Akhirnya, setelah muter-muter, plarak-plirik kiri-kanan, digodain kiri-kanan, udah dapet asuransi seperti yang daku cari. Sejak sering baca-baca blognya mrshananto jadi bikin melek finansial, walo blom mampu hire plannernya secara fee-nya gede bow, lah uang yang mau di-plan kaga seberapa hihi
Jadi sekarang target dalam perencanaan keuangan yang daku bikin sendiri, harus dimasukkin target hidup hehe…Yang kalo bisa siy tercapai yaaa.
Nah taun ini targetnya selain nyukupin Dana Darurat terus harus punya Asuransi Jiwa untuk Ayah sama Dana Pendidikan buat Lanafarra. Trus Bunda apa dong, yah namanya juga Finance Minister, menteri keuangan keluarga kecil, yah bos-bosnya dulu yang diurusin, abdi dalem belakangan wakakakak
Tenang daku juga lagi menghitung pos-pos yang berat ke posisi menteri ini niy, kek Dana Shopping, dana Liburan, etc, yeaaa I like it
Balik lagi ke tujuan lo apa? Asuransikah? Dana Daruratkah? Dana Pensiunkah? Dana Pendidikankah? Dana Liburankah? Arghhh aku maw semuaaaa….
Dari situsnya Wina ini jadi dapet beberapa pencerahan soal asuransi. Diantaranya:
Fungsi asuransi adalah sebagai proteksi nilai finansial kalo misalnya terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan. Kita akan memerlukan asuransi untuk melindungi diri dari kesulitan finansial seperti :
- Biaya Kesehatan – biasanya dalam bentuk fasilitas kantor atau Asuransi Kesehatan
- Cacat tetap total akibat kecelakaan – dimana kita tidak bisa bekerja normal sehingga memerlukan “modal” untuk dapat memulai hidup baru
- Kehilangan penghasilan utama keluarga pemberi nafkah – jika terjadi meninggal pada pemberi nafkah utama keluarga, maka keluarga kita memerlukan uang dalam jumlah besar untuk menyambung hidup.
Nah, sekarang kebutuhan asuransi keluarga gua apa sech?
- Asuransi Kesehatan – supaya kalau memang sakit, gak perlu mengeluarkan dana besar untuk biaya kesehatan, rawat jalan atau rawat inap. Saat ini memang Ayah, Bunda, Lana dicover oleh kantor tapi untuk rawat jalan dari kantor Ayah sistemnya medical cash payment, jadi dikasiin tiap bulan, jadinya sering kepake buat yang laen deh huuu… Jadi masih perlu beli asuransi kesehatan lagi ga ya, khususnya buat Ayah ma Lana? Ini masih jadi PR niy, selama ini masih bisa dihandle, tapi insyaAllah akan dipikirin gimana baiknya…
- Asuransi Jiwa – fungsi utamanya untuk menggantikan warisan. Jadi jika sampai terjadi apa-apa seharusnya kan kita punya dana yang dapat dijadikan warisan. Menurut Wina problem orang pada umumnya karena masih muda, atau karena gak pernah investasi selama ini, jadinya proses ’wealth creation’ nya belum selesai. Jadi apa yang mau diwarisin padahal anak masih kecil-kecil. Untuk contoh Ayah yang punya 2 tanggungan (bunda dan Lanafarra), artinya harus tersedia UANG PERTANGGUNGAN yang cukup besar agar jika terjadi sesuatu ahli warisnya dapat melanjutkan hidup dengan lifestyle yang hampir sama.
Cara menghitung Uang Pertanggungan yang gampang = Jumlah pengeluaran tiap bulan x 12 bulan x 10 tahun = ?
Nih misalnya keluarga kecil si Ayah pengeluarannya 10 juta tiap bulan, berarti uang pertanggungan yang dibutuhin 10 juta x 12 bulan x 10 tahun = 1,2 M.
Artinya kalau terjadi apa-apa, keluarga si Ayah bisa memanfaatkan 1,2 M untuk melanjutkan hidup dan berinvestasi.
Jenis asuransi yang direkomendasiin Wina adalah asuransi jenis term 10 tahun (istilahnya asuransi term life). Term ini adalah asuransi jiwa murni. Ciri-ciri asuransi ini, kalo terjadi meninggal akan keluar 1,2 M, jika tidak terjadi meninggal maka tidak keluar apa-apa, alias hangus seperti juga asuransi mobil atau asuransi kebakaran properti.
Wah rugi dong?
Kata Wina: Gak… karena seperti beli payung, fungsinya melindungi dari ’hujan’.
Ilustrasinya begini Ayah naik mobil, payung disimpan di bagasi, diluar hujan Ayah gak kebasahan kan. Artinya payung ini gak dipake karena Ayah belum perlu keluar dari mobilnya. Gak rugi juga kan berarti simpan payungnya? Yang penting kalau memang perlu keluar dari mobil, payungnya cukup besar dan Ayah gak kebasahan.
Kenapa jenis term yang dipilih, karena alasan efisiensi biaya demi uang pertanggungan (UP) yang sesuai dengan kebutuhan.
Ilustrasi lagi:
Term 10 tahun, laki-laki, 27 tahun, tidak merokok
UP = 1 M –> perkiraan Premi = 3 juta/ tahun (TIDAK ADA NILAI TUNAI)
Kalau jenis asuransinya bukan term, premi yang akan dibayarkan sangat besar dengan UP 1,2 M. Kalau preminya dikecilin, UP nya jadi kecil juga. Misal UP 280 juta mungkin terasa banyak saat ini… tapi dengan biaya hidup 10 juta, artinya 280 juta itu akan ’selesai’ dalam 28 bulan = kurang lebih 2 tahun, sedangkan anak kan masih kecil
Trus kenapa hanya 10 tahun?
Biasanya orang umur 27 itu karirnya belum terbentuk dengan jelas. Karir seseorang baru jelas polanya di usia 35 tahun kata Wina. Jadi biasanya rekomendasi untuk usia <35 tahun adalah Term 10 tahun. Kalo untuk usia >35 tahun menggunakan Term 20 tahun.
Artinya, lama pertanggungan hanya perlu selama masa produktif saja = mulai bekerja hingga usia 55 tahun. Setiap 2 tahun, rekomendasi asuransi ini pun harus terus direvisi dan disesuaikan dengan perkembangan karir si pemberi nafkah dalam keluarga.
Dengan premi asuransi jiwa yang rendah, jadinya bisa alokasi dana lebih banyak untuk investasi demi mencapai tujuan-tujuan Dana Darurat, Dana Pendidikan dan Dana Pensiun yang kita pengen. Investasi harus efisien, jangan bayar biaya-biaya kemahalan didalamnya.
Asuransi term life ini jangan berdiri sendiri, tapi harus dibarengi dengan menabung dan/ atau investasi lain. Investasinya ke mana? Salah satunya : Reksadana (insyaAllah daku mau posting juga kalo dah kelar perburuannya
)
Asuransi ya untuk asuransi, perlindungan.
Teteup harus perhatiin berapa UP yang dibutuhin dan berapa premi yang harus dibayar.
Investasi ya untuk investasi.
Perhatikan juga berapa kebutuhan investasi, bandingin sama kemampuan kita berinvestasi. Trus perhatiin risikonya. Terakhir baru deh perhatiin returnnya berapa dan ada gak produk yang returnnya bisa lebih baik?
Setelah searching-searching kesana kemari, ternyata cukup susyah juga ya nyari asuransi sesuai kebutuhan keluarga kecilkuw. Soalnya gua pengennya yang syariah, soalnya sekarang dah banyak kan produk syariah dan jelas diatur sama Dewan Syariah, jadi insyaAllah bia menghindar dari riba (itu menurutku lo ya…)
Coba cari ke AXA Mandiri Syariah, ora ono yang jenis term, Bumiputera Syariah apalagi, kebanyakan sekarang pada main unitlink, emang lagi hip kan ya.
Tapi akhirnya dapet pencerahan pas ngubungin Asuransi Takaful keluaran Bank Muamalat. Disitu ada produk pure asuransi jiwa term kontrak 10 tahun UP sesuai kebutuhan preminya sekitar 2,5juta namanya Takaful Falah. Aku sampe bolak balik nanya (tentunya dengan bahasa orang awam yang samsek kaga ngarti perasuransian
), ini full proteksi kan, tidak mengandung unsur investasi hihi…keknya gua dah terdoktrinasi banget ni ma Wina huekekeki…
Dan bener kata Wina, kalo pure asuransi jiwa, preminya ga akan segede unitlink. Asuransi ini bisa ditambahkan fasilitas personal accident, cash plan, cacat tetap total dan critical illness. Eh ternyata kelebihan produk ini kalo peserta tidak ada klaim selama masa perjanjian, maka akan diberikan nilai tunai/ tabungan kepada peserta. Weikss, kata Wina sebaiknya jangan ambil yang ada nilai tunai coz berati sebagian uang kita dipakai untuk investasi, mending kita investasi sendiri. Trus dapet penjelasan lagi begini: nilai tunai yang ada di Takaful falah adalah bonus untuk nasabah dari akumulasi bagi hasil tabarru yang disetorkan lewat premi dan bukan unsur investasi, karena yang memutarkan dana falah adalah takaful sendiri bukan manager fund/ manager investasi yang memang bermain di investasi. Ow gitcu, yasutralah, dengan bismillahirrahmanirrahim aku ambil deh.
Masih banyak niy PR-PR untuk menuhin tujuan keluarga gua apa, biar dicentang semua gituh…Masih harus banyak belajar juga, sama yang pasti masih harus banyak kumpulin duitnya ya gaaa…
Tips beli asuransi dari Ligwina Hananto niy:
- Belilah Asuransi Jiwa jika Anda memiliki tanggungan.
- Jangan pernah mengasuransikan jiwa anak Anda.
- Belilah asuransi murni agar Anda dapat memperoleh Uang Pertanggungan maksimal dengan premi yang efisien.
- Perhatikan Uang Pertanggungan (UP) Meninggal Anda. Tanyakan berapa lama keluarga Anda dapat bertahan hidup dengan besarnya Uang Pertanggungan tersebut. Minimal keluarga anda harus dapat bertahan hidup selama 10 tahun.
- Artinya UP 100 juta akan bermakna besar jika penghasilan Anda 1 juta per bulan. Namun jika penghasilan Anda 10 juta per bulan, UP 100 juta itu akan habis dalam waktu 10 bulan.









Recent comments