Ga nyaman

18 12 2009

Huuu…
Nyampah duluw di blog sendiri hihi 😉

This afternoon I feel so uncomfortable.

Karna beberapa teman mengganggap gua mengurus anak sendiri menghalangi gua tuk bisa kongkow², hangout ma temen² 😦

Lho emang emang kenapa kalo gua ga pernah ikut lagi kongkow², ngumpul² ampe malem?

Itu kan urusan gua! Gua prefer ngurus anak gua, ngapa??!?

Ga perlu juga kan mereka men-judge gua sok²an, terlalu idealis, what the h*ll f*cking wrong with that guys?

Why I prefer to spend my spare time on weekend with my little girl, just to give my body and soul a recharge time before get into a b*oody hectic working tasks?

Doohh, gua jadi sensi gini… 😦

Let’s say gua blom pernah join lagi di kongkow² setelah punya anak, ya mengertilah, ato minimal ga usahlah mengeluarkan statemen ga asyik gituuu *sumpah sebel abesss 😦

Yaaa kalo yang lain ada spare waktu ya gantianlah, mungkin ini jamannya gua ga bisa ikut ngurusin panitia reuni misalnya, mungkin kalo nanti anak gua dah gede kayak anak² lo pada mungkin gua bisa gabung lagi

Gua mah mikir, hari² kerja itukan gua dah ngerepotin mamapapa dengan nitipin Lana, masak hari libur gini gua masih nitipin juga, tauk diri lah gua

Lah waktu kayak gini niy saat long wiken gua bisa ngerasain full-time taking care my beautiful young lady

Dari mandiin, masakin makanan, nyuapin, ngajak main, ngajarin baca, ngenal binatang, warna bla…bla…bla… That’s my happiness !

Hal ini kebalikan bener ma suami gua yang sangat menomorsatukan pertemanan.

And he asked the same way the reason why I couldn’t join the crowd…

Heyyy… Bos dirimu kan baru dinas keluar kota seminggu, dan disaat itu pula gua berjibaku ngurus Lana sendirian tiap pulang kantor, salah kalo gua pengen istirohat dikit di longwiken ini?

For the God shake, please…

Yasudahlah it’s our own decision, I decided to eliminate my pleasure time with all you guys to give spoil quality time with my princess :p

Everybody has their own condition and priority, please don’t look at that only from your own view folks 😦

*Am not decided to leave that community now, I don’t have any idea later…

😉

Cheer-up, this holiday will come to the town yippieee…
*menyenangkandirisendiri





Anak adalah sekolah, tempat belajar merawat, mendidik dan membesarkan

15 12 2009

Ada beberapa hal positif yang ku-highlight di memoriku dalam 2 hari ini. Aku simpan sebagai suatu pelajaran yang sangat-sangat berharga.

Ucapan yang keluar dari ucapan bunda Elona Melo, salah seorang temen milis asiforbaby dan milis sehat yang tertimpa musibah hari Minggu lalu 13 Desember 2009 sangat-sangat menyentuh.

Ucapan dan kata hati seorang bunda yang dengan tegar, tabah dan ikhlas berhadapan dengan ujian Allah yang sungguh berat ini, aku acung 4 jempol untuknya. Berharap aku bisa belajar menjadi ibu seperti beliau 🙂

Bunda Elona kehilangan putri pertamanya, Khonsaa (9 tahun) yang tenggelam saat berenang di kolam renang Hotel Harris, Jakarta 😦

Pagi itu, Khonsaa berenang bersama Zaenab dan Thollah adik-adiknya, ditemani ayah dan sepupunya di hotel Harris. Anak ini sudah pandai renang, didukung pula sang Bunda yang guru renang. Namun Allah berkehendak lain. Khonsaa ditemukan tidak sadarkan diri dan langsung dilarikan ke RS. Kejadian jelasnya tidak ada yang mengetahui secara pasti dimana saat itu kolam renang memang dalam keadaan ramai.

Saat beberapa anggota milis yang sempat melayat ke rumah duka di daerah Koja, mengatakan sosok bunda Lolo sebagai seorang wanita dan ibu yang sangat sangat tegar, menceritakan mengenai kejadian tragis yang menimpa putri tercintanya. Tetes demi tetes mengalir air matanya, mengenang sosok Khonsaa.

Anak pertama adalah sekolah baginya, tempat ia belajar, merawat, mendidik dan membesarkan.

Ini adalah ujian yang sangat berat bagi bunda Lolo dan keluarga. Dari ceritanya selama ini dia seringkali menyelamatkan anak-anak didiknya di kolam renang ketika mereka akan tenggelam, tapi dia tidak bisa menyelamatkan anaknya sendiri *huuu sedih banget 😥

Beberapa waktu sebelum meninggal, Khonsaa memeluk erat mamanya lamaaa sekali, sampai-sampai adek-adeknya ngiri. Tapi mamanya membiarkan Khonsaa memeluknya, ngga pa-pa kamu sudah banyak ngalah sama adek-adekmu.

Minggu lalu, Khonsaa bertanya sama mamanya. Ma, apa rasanya nama mama masuk di koran Kompas ma? Mamanya hanya tersenyum. Aku pengen tau deh ma, rasanya gimana bisa masuk koran? Ternyata sayang, namamu sekarang benar-benar ada di koran, tapi sudah menjadi almarhum Khonsaa. Begitu kata mba Lolo.

PS. Mba Lolo adalah salah satu penggagas Koin Peduli Prita beberapa waktu lalu yang sempat diberitakan di media Kompas.

Menurut mba Lolo, ia sangat sadar bahwa Khonsaa adalah titipan Allah, tapi ini sangat berat karena Khonsaa berada di rahimnya selama 9 bulan dan tidak pernah ada kata siap untuk seorang hamba kehilangan buah hati yang sangat dicintainya 😥

Maka menurut mba Lolo, nantinya ia akan tetap bangga menulis di milis sebagai Elona (ibu 3 anak), ia berjanji tetap akan share pengalamannya saat mendidik dan membesarkan selama 8,5 tahun bersama Khonsaa, anak solehah yang sangat dibanggakan dan dicintainya.

Pesannya:

Bersabarlah dalam mendidik anak-anak yaaa.. Jangan mudah marah dan putus asa dalam menghadapi mereka, karena kita tidak pernah tau kapan yang akan dipanggil duluan olehNya.

Ini jadi pelajaran buatku, yang suangat sangat susah untuk bersabar. Berkali-kali kuminta dalam doaku supaya Allah menjadikan aku hambaNya yang lebih sabar lagi, baik dalam menghadapi anak, suami, keluarga, kehidupan bahkan diriku sendiri. InsyaAllah akan terus belajar sambil mensyukuri aku masih dikaruniai kesehatan dan ni’mat Allah lainnya yang berlimpah dan yang terutama masih diberi waktu berkumpul dengan anak, suami dan keluarga tercinta 😥

Doaku mengalir untuk ananda Khonsaa,

Selamat jalan sayang…
Senyum ceriamu akan selalu dikenang oleh Bunda, Ayah, Zaenab dan Thollah.

Tenang di sisi Allah ya, Nak.

Sungguh, janji Allah adalah menjadikan Khonsaa hijab bagi orangtuanya dari api neraka. InsyaAllah ia menjadi syafaat bagi orangtuanya. Amiin.





Protected: Gua kecewa!

14 09 2009

This content is password protected. To view it please enter your password below:





It’s so hard

27 08 2009

Kenapa ya semua terasa sangat berat hari ini…

Aku merasa tak punya siapa-siapa yang bisa mengerti aku, yang bisa berbagi, yang bisa menasehati *sigh*

Padahal aku orang yang ekstrovert, terbiasa mencurahkan semua isi hati, tapi orang-orang yang dulu kupercaya, sekarang tak lagi, walopun orang terdekat sendiri

Sedih banget…





Ayah daycare

24 06 2009

Ah…sampai saat ini sudah 3x Lana dititipkan di Ayah daycare heheh 😉

Maksutna, Ayah dengan sukarela dan dalam keadaan sadar tidak terpaksa merawat dan menjaga Lana, saat Bundanya bener-bener ga bisa, saat Mama dan Papa aku sedang ada perlu, jadi dirumah Lana sama Yayuk aza. Kata Mama aga kurang tenang kalo ninggalin Lana tanpa supervisi kalo Mama Papa ga dirumah. Emang siy ada Uwo, nenek, tapi Uwo dah 92 tahun, matanya udah kurang awas, jadi paling bisa ngeliatin aja, gendong-gendong udah ga kuat.

 

Kemaren kejadian lagih…

Sebenernya sedih niy nyeritainnya. Waktu sehari sebelumnya Mama SMS sore-sore, bisa ga kemaren itu cuti 1/2 hari, maw anter nenek ngurus pensiunnya yang dah 3 bulan ga keluar. Wah aku dah dijalan pulang, ga mungkin cuti mendadak, dikantor juga lagi ada internal audit. Yasud, kupikir kan ada Yayuk, bismillah berdoa sama Allah SWT supaya Lana slalu dijaga, aku coba menanam kepercayaan sama Yayuk (thus effect both Lana’s Mommy and Daddy are 9-5 worker 😦 ). Ternyata besok paginya Ayah bisa berangkat siang, alhamdulillah. Jadilah Lana bangun pagi dan ikut nganterin aku. Udah exciting tuch dia duduk di carseat-nya, sambil ngemilin roti. Tapi kenapa yaa…koq pas turun mobil, hati rasanya seddiiiih banget, nelongso gituw…rasanya aku koq picik skali, lebih memilih bekerja demi si Bruce lambang perush yang memperkerjakan aku huh 😦 disaat anakku butuh pengasuhan aku karna ga ada yang menjaga dirumah. Dan disaat itu langsung dech kangeeennn banget sama Lanafarra 😥

Siangnya nce SMS bilang jalan-jalan sama Lana. OK, pas lunch ditelpon nanya dah siap-siap kekantor blum, eh taunya mereka dah ada di Bintaro weits 😯 katanya sich jalan-jalan, ah tapi aku meragukan, sebagai orang IT di perusahaan resto cepat saji di Indonesia, pastilah…sebisa mungkin ga malem, pas libur, pas cuti, nce digangguin mulu 😦 Tapi katanya nce dah bawa semuwa peralatan Lana koq, 3 botol ASIP lengkap dengan es batu (tapi bukannya pake coolerbag malah pake kotak t*pperware)+2botol dot bersih, baju+singlet 5 pasang (termasuk pampers), selimut 2, makan siang 1 porsi, cemilan pisang ma pepaya. Ya cukup deh bekel jalan-jalan Lana sama si Ayah.

Pas pulang kantor koq rasanya aneh juga ya ga ada Lana dirumah, gimannaa gituw… Katanya mereka jam 5.30 dari Bintaro, nyampe rumah jam 9 malem, deeng…Lana-nya udah terkulai dicarseat-nya. Duh kebayang dech capeknya tu anak, ayahnya aja kucai masai, gimana baby 11 months-old-to-be yach, kesiaannn… 😦 Kata nce dia sibuk ditatah bolak balik kelilingin tu resto tanpa alas kaki, pantesan kuliat kuku kakinya agak kotor. Bobonya pules banget sampe pagi, cuma bangun sekali buat nyusu, itu juga lama banget, mungkin laper banget kalik ya…

 

 

Rabu, minggu terakhir Mei

Ini kejadian pas Mama Papa pulkam untuk ngejemput Uwo (‘nenek’ dalam bahasa Simalanggang, kampung Mama di Payakumbuh Sumbar). Secara blom ada ART yang bisa dipercaya jagain Lana, so aku ma nce dah arrange dari jauh-jauh hari rencana cutinya. Rencana aku cuti hari Selasa Rabu minggu depan. Si Ay cuti hari Kamis dan Jumat minggu ini, Tapi entah karena orang IT yang harus ready 24 hours (even on big holiday such as Lebaran!) sore itu Ay harus ketemu temennya di store Pondok Gede.

Aku dikabarinnya pas dah dijalan maw sampe rumah. Katanya Lana diajak ke store ya. Kubilang tunggu sebentar aja, aku dah maw nyampe rumah. Tapi mereka dah dijalan. Yasud, kubilang jangan lupa bawa ASIP pake coolerbag ma bawa tas G*cci krem yang dah disulap jadi diaper bag yang isinya segala ting-krintil perlengkapan yang dibawa kalo jalan sama Lana.

Sekitar jam 8 blom pulang juga, duh jangan-jangan dibawa lembur lagih… Dasar orang IT ga cukup-cukup deh rasanya 12 jam lebih di kantor 😉 Nah pas nelpon nanya pulang jam brapa, disitulah nce crita sesuatu yang lagi-lagi bikin guemez bin kesel hiks…

Ternyata tadi siang pas nce pulang mampir kerumah. Yayuk lagi masak didapur dan Lana lagi bobo di boksnya. Ternyata eh ternyata nce ngeliat banyak serpihan putih-putih di bibir dan mulut Lana. Nce langsung nanya sama Yayuk, Lana makan apa, seperti biasa Yayuk bilang ga tau. Huh…ga jujur 😦 Setelah dipaksa dan dicukil-cukil keluar juga info, tadi Lana mainin kardus bekas obat Dzaky anaknya MJ, duh grrrhhh… 😡

Langsung si Ay bangunin Lana periksa dan keluarin serpihan kertas dari mulutnya. Pantesan pas aku masuk kamar ada kotak bekas obat sirup sama serpihan kertas kecil-kecil diatas lemari Lana. Duh dengernya mau marah banget deh pas nce crita grrrhhh….

Yasud lah better Lana ikut si Ay ke store. Abis dimandiin sama Yayuk, Lana ikut nce ke store. Kata nce dia bobo di ruang Manager pake baby carrier, trus disuapin mamam. Cumaa…dicolekin es krim ma temen Ay…huwaaaaa 😥 Lana kan blom boleh makan dairy products sebelum setahun (eh ada juga yang bilang 9 bulan boleh yak…). Hopefully ga alergi ya nak… Abis itu katanya Lana maen-maen di playland-nya McD. Pulang-pulang tu anak pake jumper Hello Kitty baru, dibeliin Ay di dept store, soale bajunya basah maenin aer dari training cup-nya huahahaha 😀

 

 

Kamisnya,

Lana ikut lagi si Ayah kekantor, cuma kekantornya naek taksi, trus Lana sama Yayuk sama Abang Ade anaknya Yayuk nunggu ajah ditaksi diparkiran kantornya nce. Lana-nya udah bobo, bangun, nyanyi, ketawa-tawa, mik ASIP 2 botol, makan siang abis, pisang abis, nce blom kelar juga. Yayuk tangannya ampe pegel mangku Lana bobok, akhirnya si Ayah kelar urusan dari kantor setelah 4 jam! Huh, katanya sebentar doang…. 😉

 

 

Pesan moralnya:

Anak bayi itu pinter, dia mau dibilangin. Itu makanya kalo ngasi tau ke anak jangan nakut-nakutin, jangan dimarah-marahin tapi dijelasin why-nya. Contohnya niy, sejak bayi yaaa 3 bulan keatas dech, Lana tuch istilahnya anak parkiran. Secara bundanya urus sendiri Lana, so kemana-mana pasti ditenteng Bunda kaannn 🙂 Bunda blanja buat bisnis, Lana nunggu dimobil diparkiran sama Ayah, Bunda short-window-shopping, Lana nunggu diparkiran, Bunda konsul kedokter, Lana nunggu diparkiran hehe 😉 Kecuali pas ngemol, molnya aga sepi, bersih, Lana boleh masuk hihi 🙂 Kata Ayah, pas ke Bintaro kemaren, udah sore-sore otw home, Lana mule nyanyi-nyanyi tuch di carseatnya. Yayayayaaaaa…..yayayaaaaa…tatatataaaa…lama-lama makin kenceng sambil megangin safety belt carsetanya. Kayaknya dia pegel duduk situ. Ayah yang sambil nyetir mule panik, udah berbagai macam gaya dilakuin: gaya badut, cheerleader, cilukba, ampe gaya muka *onyet hihi 😉 Lana-nya nyanyinya makin kenceng. Akhirnya Ayah mengeluarkan ultimatum singkat jelas padat: ‘Lana, Ayah lagi nyetir, Lana mau apa, mau digendong Ayah? Mau duduk disini dipangku tapi duduknya ga enak ga nyaman, maw?’ Hmmm…Lana cuma diem, bengong ngeliatin Ayah, akhirnya sambil nyanyi-nyanyi sendiri yang makin lama volumenya makin kecil mendekati ga kedengeran, tertidurlah dia. Wah putri kecilku yang pintar…  🙂





Semua makanan: ENAK ma ENAK BANGED!

15 06 2009

Ini cerita tentang si Ayah aku-nya Lana, nce, misua tercintah…

Suamiku tersayang mengkategorikan makanan itu kedalam 2 : ENAK dan ENAK BANGET. In the other words: he likes all kinda of food! Bahkan makanan yang biasanya udah ga dimakan orang eh bininya hehe… 😉 Sukanya tuch, misalnya abis makan ayam goreng, aku kan bukan tipe yang makan ampe licin, apalagi ayam ma ikan, aku males ngutilinnya ampe bersih kaaaan, nah nanti blio langsung dengan sukarela ngabisin tuh tulang-tulang ayam ato ikan sampe tersisa bagian yang tidak bisa dimakan hikikikkkk… 😉 Jadinya sekarang aku malah sering sebelum abis banget kukasi ke si Ayah, menurutku kesian masa makan tulang hehe tapi biasanya blio ga mauk, gengsi kalik 😀 tapi setelah kuancem, “ya udah kucuci tangan dipiring ini ya, wooo…langsung ga rela diana” huaahahahaaa

1 jenis makanan yang buat blio the GOD of FOOD adalah TELOR. Blio siap menghabiskan 1 kilo telor dalam 2 hari! Hikikikkkk… Padahal dulu waktu kecil katanya , dada blio alias p*y*d*r* (eh cowo mang punya juga yach 😉 ) pernah numbuh karna kebanyakan mengkonsumsi ayam boiler hehe. Biasanya makan pagi bikin telor 2 (bisa direbus, dimatasapi, dll), ntar siang 2 lagih… Kalo pergi kemana, trus makan, maw makan ayam, maw makan ikan, daging, pasti harus ada menu telor (at least mengandung telor)… duh duh ngeri kolesterolnya sayang. Aku mah cuma bisa ngingetin… Menurut diana, the best part-nya KUNING TELOR! Pasti disetiap makan tu kuning telor dimakan selalu terakhir, saat nasi, lauk dll-nya dah abis baru dech dimaem kuningnya dengan muka wuiihhh serasa makan makanan surga 😎 Pernah blio cerita dulu pas SMA lagi makan indomie di warkop, udah maw abis (tentunya masih ada kuning telor yang bakal disantap belakangan), eh ada temen nyelonong dateng minta mie-nya, langsung ngelahap tuh kuning telor huaaahhaaaa 😆 Kebayang deh mukanya ci ay, merah padam, naik pitam, kuping berasep dan tuh temen jadi orang pertama dalam list orang yang bakal di-shoot kalo pembunuhan karna dendam dibolehkan agama huahahaha…

Tapi sekarang udah ga terlalu dahsyat mengkonsumsi telornya (kalo lagi eling 🙂 selain mengingat umur dan penyakit) daku langsung kasi tau “Ay, taw ga sekarang harga telor brapah?” Langsung ciut diana! :mrgreen:





Rumah tangga masing-masing…

28 05 2009

Hmmm…

Mulainya dari mana ya… Hari kemaren mamapapa pulkam niy ke Payakumbuh maw dateng resepsi nikahan Tugem ma Mba Ayiek wiken ini, sekalian jemput uwo. Rencana balik ke Jakarta rabu depan. Nah sejak berita ini diluncurkan, langsung dech rasa hati gw ma nce dag-dig-dug-duer 😯  soale kalo terbentur masalah kayak gini slalu memicu adrenaline rush gw ma nce beberapa waktu terakhir. Ada beberapa sich story terkaitnya (fiuhh…it’s related to maid, especially full-time maid to take care my daughter while my mom isn’t at home, rules for giving her ASIP, meals, of this, that…etc) 😦

Memang sejak cuti melahirkan 1,5 bulan sebelum melahirkan Lana tahun lalu, kita pindah kerumah ortu. Dengan alasan, memudahkan saat punya bayi nanti (blom ada pengalaman samsek sich). Mulai deh sejak itu terasa perlunya, kalo maw sbenernya ngerasain berumahtangga, ya sok deh create and develop your own, tanpa nebeng-nebengan maksutna 🙂 baik your own territory, your own assistant (baca: PRT), etc etc

Repot banget nebeng ortu (duh rasanya kejam juga yah bilangnya nebeng, padahal dari lahir tinggal nebeng hihi… 😉 ) Suka terbentur kiri kanan. Emang siy semua masalah bisa diselesaikan, tapi tetep ada batu sandungan (hihi orang mah batu loncatan yach), maksutna case unclosed. Hiks… 😦

Dulu dirumah ortu ada Mama Papa Uwo Tia Danti Kaka Mirna + suaminya. Hehe rame yak secara eike 4 siblings (all women) 😀 Jadi ceritanya eike tukeran nich sama Kaka pas maw lahiran. Eike balik pindah kerumah ortu, Kaka ma suaminya tinggal dirumah yang didepan.

Mule deh terasa kata orang enakan tinggal sendiri. Apalagi harus menimbang kiri-kanan, kadang berat hati ngikutin omongan misua, kadang ga enak ngikutin omongan ortu. Emang sich no significant findings hehe ala auditor 😉 tapi hal yang sepele kan bisa mengganjal hati yak yak…

Misalnya aturan-aturan untuk Lana selama aku tinggal kerja dari jam 6 pagi sampe jam 6 malem. Dulu pas masuk kerja lagi abis cuti melahirkan, kubilang mamaku supaya didisiplinin Lana mik ASIP (yang sudah gagal total diusahakan pake sendok ato feeder cup M*dela 😦 ) dari botol sambil duduk di rocker bouncer-nya. Eh malah dibiasain dipangku ato tiduran, weits…sia-sialah berjuang nego sama Ayah minta beliin rocker mahal tu 😉 Trus sekarang Lana lagi seneng-senengnya mainin corong breast pump M*dela, pastinya yang bersih dan udah disteril dunks…duh…duh…repotlah aku pas maw mompa, corongnya kotor abis dimainin Lana 😦 Lana juga seneng banget maen kabel, haaa…yup kabel… kabel laptop dicabutin, kabel handsfree ditarik-tarik dari tas bunda hihi…tapi menurutku harus dikasi tau, that’s not a toy, so don’t play with it! Duh galak banget ya kesannya, tapi gimana dong…masa yang salah harus jadi bener demi anak…’abis gimana Lana-nya nunjuk-nunjuk kesitu terus, abis gimana Lana-nya nangis kejer..’ Duh susyaa dech 😦 

Satu lagi yang masih terasa mengganjal saat ini: satu doang yaitu * Masalah ART

Dirumah ortu semua space udah penuh sama penghuninya yang emang udah ruame ya so ga ada space buat narok ART full-time. Jadi aku ada yang bantu untuk jaga bebeLana sekarang Yayuk, tapi kerjanya ga 100% megang Lana, bahkan bias dibilang ga pernah megang. Kebanyakan Mama yang jagain Lana. So Yayuk kerjanya nyapu-ngepel, masak, nyiapin air mandi, nyuci peralatan makan rumah ma botol Lana. Yang nyuci-nyetrika ada lagi Mbak yang cuma dateng pagi sore ajah.

Makanya kupesen sama Kaka yang maw melahirkan beberapa bulan lagih, jangan lupa walopun nanti baby-nya maw dititipin ke nenek day-care pas lagi kerja, harus ada ART yang bantuin sigh…