Financial Check-Up

5 01 2010

Sesuai dengan semangat awal tahun, gua nemu artikel ini disini

Cukup membukakan mata supaya bisa lebih terarah kedepan (khususnya masalah finansial), insyaAllah 😀

Jadi sengaja diunduh disini biar keingetan terus (tentunya dengan pemenggalan seperlunya)

Medical Check-Up mungkin mayoritas kita sudah biasa, apalagi kalau yang bekerja pada perusahaan besar – secara berkala wajib menjalani ini. Untuk apa ?, agar kita tahu kondisi kesehatan kita yang sesungguhnya – dan untuk dapat melakukan langkah-langkah pencegahan atau penyembuhan bila ditemukan gejala yang kurang baik pada kesehatan kita.

Lantas apa itu Financial Check-Up ?, sama dengan Medical Check-Up – hanya gunanya bukan untuk mengetahui kondisi kesehatan tubuh kita – tetapi untuk mengetahui kesehatan keuangan kita.

Sama dengan Medical Check-Up, Financial Check-Up ini juga perlu untuk mengetahui kondisi keuangan kita yang sesungguhnya – dan diambil tindakan-tindakan perbaikan bila ada yang kurang beres.

Untuk melakukan Medical Check-Up kita membutuhkan (team) dokter yang masing-masing memiliki kompetensi dibidangnya. Demikian halnya dengan Financial Check-Up kita juga membutuhkan bantuan dari orang yang competent dibidangnya seperti para Financial Planner, Wealth Management Specialist dlsb.

Sehat financial tidak identik dengan kekayaan; bahkan banyak juga orang yang tergolong kaya tetapi justru tidak sehat secara financial. Sebaliknya dengan hidup yang pas-pasan pun kita bisa sehat secara financial.

Mengapa demikian ?, karena kesehatan financial bukan potret untuk sesaat, tetapi suatu proses sebab akibat yang berjalan dalam jangka panjang. Pola hidup kita sekarang berpengaruh langsung pada masa depan kita.

Ingin mencoba Financial Check-Up untuk diri Anda sendiri ?. Dibawah dikutipkan salah satu Financial Check-Up sederhana yang ditayangkan CNBC belum lama ini (di tayangan tersebut disebut Financial Stress Test). Yang diperlukan hanya menjawab secara jujur YA atau TIDAK lima pertanyaan dalam tes tersebut.

Bila ada dua saja dari lima pertanyaan tersebut yang secara jujur dijawab YA; maka Anda berpotensi memiliki masalah financial. Tidak perlu berkecil hati, justru dengan mengetahuinya sekarang Anda dapat membuat langklah-langkah yang diperlukan untuk melakukan perbaikan.

Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memudahkan langkah kita semua.





Apa kita perlu Financial Planner?

5 07 2009

Hahaha…Baca ulasan Ligwina Hananto dibawah ini, kena banget deh gw! 😉

 

Secara gw ada keinginan ganti upgrade my nokia Eseries ma BB, sebenernya siy ini terkait sama bisnis onlen gw, tapi ko ya abis itu banyak yang berentet harus dan sudah seharusnya ikut di-upgrade… 🙂

 

Yang harusnya bikin gw harus nauin (ealah, maksutna tau diri), gw kan dibeliin nce niy hapenya, masa yang beliin malah hapena jebots masih sekelas Nseries lama sama henpon buatan China yang fungsinya cuma nelpon ma sms tho’…ihhh itu kan nce-nya aza yang kekeuh ga maw ganti, katanya tu henpon banyak kenangannya halah *membeladirisendiri 😉

 

Untung dah baca niy ulasan Wina, jadi deh gw menahan diri beberapa bulan lagih, toh si pushmail dodol Nokiyem dah jalan lagi di Eseries daku hihi… Kenapa gw tiba-tiba baca blognya Wina, bukan tiba-tiba siy sebenernya, udah dari dulu-dulu daku melek finansial heheh…Tapi teringat alangkah cupunya gw as nu Financial Minister of our ‘lil household dalam mengatur keuangan, so sering-seringlah gw mampir di blog ini, khusus untuk menyadarkan diri kalo dah mule tumpukan dolar yang susya payah dikumpulin supaya lama-lama jadi gunung, terasa ko cuma bukit landai muluk yah…istilahnya bukit golf gituh deh hihi 😉 Akhirnya nekat juga ngubungin CRO-nya kantor FP-nya Wina, wah…wah…lumejen juga fee-nya…

 

So apakah keluarga kecil daku memang membutuhkan FP? We’ll see… 😀

 

Blackberry Mania 

 

Monday, 02 March 2009

 

I have nothing against trend.

Recently, Blackberry mania is a trend.

We are joint in the force and freedom of texting n email-ing each other. I have one, hubby has one too. Fitri – our senior client relations officer has one too. And it makes our lives so much easier. Menarik jg ternyata jumlah klien yang punya BB banyak lho… Jumlah mereka jadi mayoritas di Contact List BB Messanger gue hehhe… Dasaaaar ya ampyuuun emang kecentilan kita semua ya… Masalahnya adalah… Punya duitnya gak?

Seperti biasa, 5 tahun di profesi ini, gw udh gak silau ketemu org dg gaya selangit. Tas bermerk, percuma kl u uang sekolah anak aja gak punya. Liburan ke luar negeri, tp gak punya dana darurat, melucu yaaa… Handphone Blackberry? Gw pengen tau gajinya berapa sih kok berani pake handphone ini. Dicicil kah? Atau emang bisa bilang : mampu.

 

Aay – sekretaris merangkap Client Relations Officer di QM Financial, adalah orang yang sangat sensible n gak aneh-aneh. Masalahnya Aay sering gak ngerti kenapa tamu-tamu yang datang ke kantor gaya nya selangit.

 

Berikut conversation menarik antara gue dan Aay.

Aay : Mbak, itu yang barusan datang handphone nya Blackberry. Gaya bener yak? Gajinya 15juta kali yak?

Wina : hehe belum tentu Ay. Sering kok gue ketemu orang gaji 5juta, hp nya BB.

Aay : emang berapa sih Mbak harganya Blackberry?

Wina : macem-macem Ay, ada yg 3 juta, 5juta, 8juta.

Aay : Hah? Kok berani ya orang punya HP seharga gaji nya sebulan?

Wina : hihihi emang gila ya Ay. Lo aja bisa ngomong gitu Ay. Tp itu kan krn lo mikir n punya Plan. Di luar sana, orang banyak gak ngertinya Ay. Sama uang emosi dulu yang maju, mikir belakangan.

Aay : tapi emang kl Mbak Wina n Mbak Fitri gak pake Blackberry, Aay pusing dah. Abis Mbak kan banyak di luar, padahal Aay pan harus atur kalender dan minta approval di email.
Jadi apa gak boleh punya handphone yang membuat hidup dan kerjaan lo serba praktis? Oh boleh banget. Tapi kan balik lagi.. Mampu gak?

Beberapa kasus yang gue temui seperti ini :
(dari teman ya, bukan klien hehhehe krn kl klien gue punya BB pasti QMplanner-nya udh tau bumper duit kiri kanan ada di mana dan gak menggangu Plan)

 

A : Gue susah menyisihkan 10% dari gaji Win, karena. Gue kan punya cicilan jg
(Ternyata cicilan nya berisi cicilan Blackberry, please deh…)

B : Gue mau pake Dana Darurat gue untuk beli Blackberry. Gimana? (You know the answer to that my dear…)
Mau beli handphone ini?
Nabung giling! Apa sih susahnya nunggu 2-3 bulan untuk beli handphone?

Pake shopping account yuk. Jadi lo bisa beli handphone Blackberry ini tanpa cemas gue tanya : emang gaji lo berapa sih kok bisa beli handphone Blackberry????

Lo bahkan bisa menjawab : gue mampu kok Win… Weeeeek :p

 

Kasus terakhir adalah cerita Dinda Gita – produser Good Morning Hard Rockers Show.

Hari Sabtu Dinda sms gue… Katanya mau beli Blackberry.

Dinda cuma mau cek aja apakah keuangan nya mampu tertabrak beli handphone yang gak murah itu. Riang hati ini, krn menurut Dinda (n gue sudah dapat approval u menuliskannya dalam Blog), dia punya Dana Darurat 3x pengeluaran bulanan, n setiap bulan menyisihkan dg rajin untuk Dana Pensiun ke Reksadana Saham.

 

Nah kalau kayak gini… Mau nenteng BB juga gaya beneran deh, gak keberatan gaya kan 🙂 gue pun menantang Dinda u punya Tujuan lain. Supaya setelah tercapai beli BB nya, Dinda punya Tujuan yg lebih besar. Pilihannya : DP mobil atau DP apartemen bersubsidi… Kita biarkan Dinda berpikir dengan tenang.

 

Btw, gue paling bangga kalau ada teman perempuan single yang bisa beli Rumah atau Apartemennya sendiri… Krn gue merasa terlambat sekali u/ memulai investasi. Gue baru mulai saat sudah punya 1 anak…

 

Come along… The sooner you start, the better your future will be.

Ligwina Hananto