Asuransi

20 11 2009

Akhirnya, setelah muter-muter, plarak-plirik kiri-kanan, digodain kiri-kanan, udah dapet asuransi seperti yang daku cari. Sejak sering baca-baca blognya mrshananto jadi bikin melek finansial, walo blom mampu hire plannernya secara fee-nya gede bow, lah uang yang mau di-plan kaga seberapa hihi😉 Jadi sekarang target dalam perencanaan keuangan yang daku bikin sendiri, harus dimasukkin target hidup hehe…Yang kalo bisa siy tercapai yaaa.

Nah taun ini targetnya selain nyukupin Dana Darurat terus harus punya Asuransi Jiwa untuk Ayah sama Dana Pendidikan buat Lanafarra. Trus Bunda apa dong, yah namanya juga Finance Minister, menteri keuangan keluarga kecil, yah bos-bosnya dulu yang diurusin, abdi dalem belakangan wakakakak😉

Tenang daku juga lagi menghitung pos-pos yang berat ke posisi menteri ini niy, kek Dana Shopping, dana Liburan, etc, yeaaa I like it :D Balik lagi ke tujuan lo apa? Asuransikah? Dana Daruratkah? Dana Pensiunkah? Dana Pendidikankah? Dana Liburankah? Arghhh aku maw semuaaaa….

Dari situsnya Wina ini jadi dapet beberapa pencerahan soal asuransi. Diantaranya:

Fungsi asuransi adalah sebagai proteksi nilai finansial kalo misalnya terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan. Kita akan memerlukan asuransi untuk melindungi diri dari kesulitan finansial seperti :

  • Biaya Kesehatan – biasanya dalam bentuk fasilitas kantor atau Asuransi Kesehatan
  • Cacat tetap total akibat kecelakaan – dimana kita tidak bisa bekerja normal sehingga memerlukan “modal” untuk dapat memulai hidup baru
  • Kehilangan penghasilan utama keluarga pemberi nafkah – jika terjadi meninggal pada pemberi nafkah utama keluarga, maka keluarga kita memerlukan uang dalam jumlah besar untuk menyambung hidup.

Nah, sekarang kebutuhan asuransi keluarga gua apa sech?

  • Asuransi Kesehatan – supaya kalau memang sakit, gak perlu mengeluarkan dana besar untuk biaya kesehatan, rawat jalan atau rawat inap. Saat ini memang Ayah, Bunda, Lana dicover oleh kantor tapi untuk rawat jalan dari kantor Ayah sistemnya medical cash payment, jadi dikasiin tiap bulan, jadinya sering kepake buat yang laen deh huuu… Jadi masih perlu beli asuransi kesehatan lagi ga ya, khususnya buat Ayah ma Lana? Ini masih jadi PR niy, selama ini masih bisa dihandle, tapi insyaAllah akan dipikirin gimana baiknya…
  • Asuransi Jiwa – fungsi utamanya untuk menggantikan warisan. Jadi jika sampai terjadi apa-apa seharusnya kan kita punya dana yang dapat dijadikan warisan. Menurut Wina problem orang pada umumnya karena masih muda, atau karena gak pernah investasi selama ini, jadinya proses ’wealth creation’ nya belum selesai. Jadi apa yang mau diwarisin padahal anak masih kecil-kecil. Untuk contoh Ayah yang punya 2 tanggungan (bunda dan Lanafarra), artinya harus tersedia UANG PERTANGGUNGAN yang cukup besar agar jika terjadi sesuatu ahli warisnya dapat melanjutkan hidup dengan lifestyle yang hampir sama.

Cara menghitung Uang Pertanggungan yang gampang = Jumlah pengeluaran tiap bulan x 12 bulan x 10 tahun = ?

Nih misalnya keluarga kecil si Ayah pengeluarannya 10 juta tiap bulan, berarti uang pertanggungan yang dibutuhin 10 juta x 12 bulan x 10 tahun = 1,2 M.

Artinya kalau terjadi apa-apa, keluarga si Ayah bisa memanfaatkan 1,2 M untuk melanjutkan hidup dan berinvestasi.

Jenis asuransi yang direkomendasiin Wina adalah asuransi jenis term 10 tahun (istilahnya asuransi term life). Term ini adalah asuransi jiwa murni. Ciri-ciri asuransi ini, kalo terjadi meninggal akan keluar 1,2 M, jika tidak terjadi meninggal maka tidak keluar apa-apa, alias hangus seperti juga asuransi mobil atau asuransi kebakaran properti.

Wah rugi dong?

Kata Wina: Gak… karena seperti beli payung, fungsinya melindungi dari ’hujan’.

Ilustrasinya begini Ayah naik mobil, payung disimpan di bagasi, diluar hujan Ayah gak kebasahan kan. Artinya payung ini gak dipake karena Ayah belum perlu keluar dari mobilnya. Gak rugi juga kan berarti simpan payungnya? Yang penting kalau memang perlu keluar dari mobil, payungnya cukup besar dan Ayah gak kebasahan.

Kenapa jenis term yang dipilih, karena alasan efisiensi biaya demi uang pertanggungan (UP) yang sesuai dengan kebutuhan.

Ilustrasi lagi:
Term 10 tahun, laki-laki, 27 tahun, tidak merokok

UP = 1 M –> perkiraan Premi = 3 juta/ tahun (TIDAK ADA NILAI TUNAI)

Kalau jenis asuransinya bukan term, premi yang akan dibayarkan sangat besar dengan UP 1,2 M. Kalau preminya dikecilin, UP nya jadi kecil juga. Misal UP 280 juta mungkin terasa banyak saat ini… tapi dengan biaya hidup 10 juta, artinya 280 juta itu akan ’selesai’ dalam 28 bulan = kurang lebih 2 tahun, sedangkan anak kan masih kecil😦

Trus kenapa hanya 10 tahun?

Biasanya orang umur 27 itu karirnya belum terbentuk dengan jelas. Karir seseorang baru jelas polanya di usia 35 tahun kata Wina. Jadi biasanya rekomendasi untuk usia <35 tahun adalah Term 10 tahun. Kalo untuk usia >35 tahun menggunakan Term 20 tahun.
Artinya, lama pertanggungan hanya perlu selama masa produktif saja = mulai bekerja hingga usia 55 tahun. Setiap 2 tahun, rekomendasi asuransi ini pun harus terus direvisi dan disesuaikan dengan perkembangan karir si pemberi nafkah dalam keluarga.

Dengan premi asuransi jiwa yang rendah, jadinya bisa alokasi dana lebih banyak untuk investasi demi mencapai tujuan-tujuan Dana Darurat, Dana Pendidikan dan Dana Pensiun yang kita pengen. Investasi harus efisien, jangan bayar biaya-biaya kemahalan didalamnya.

Asuransi term life ini jangan berdiri sendiri, tapi harus dibarengi dengan menabung dan/ atau investasi lain. Investasinya ke mana? Salah satunya : Reksadana (insyaAllah daku mau posting juga kalo dah kelar perburuannya😉 )

Asuransi ya untuk asuransi, perlindungan.

Teteup harus perhatiin berapa UP yang dibutuhin dan berapa premi yang harus dibayar.

Investasi ya untuk investasi.

Perhatikan juga berapa kebutuhan investasi, bandingin sama kemampuan kita berinvestasi. Trus perhatiin risikonya. Terakhir baru deh perhatiin returnnya berapa dan ada gak produk yang returnnya bisa lebih baik?

Setelah searching-searching kesana kemari, ternyata cukup susyah juga ya nyari asuransi sesuai kebutuhan keluarga kecilkuw. Soalnya gua pengennya yang syariah, soalnya sekarang dah banyak kan produk syariah dan jelas diatur sama Dewan Syariah, jadi insyaAllah bia menghindar dari riba (itu menurutku lo ya…)🙂 Coba cari ke AXA Mandiri Syariah, ora ono yang jenis term, Bumiputera Syariah apalagi, kebanyakan sekarang pada main unitlink, emang lagi hip kan ya.

Tapi akhirnya dapet pencerahan pas ngubungin Asuransi Takaful keluaran Bank Muamalat. Disitu ada produk pure asuransi jiwa term kontrak 10 tahun UP sesuai kebutuhan preminya sekitar 2,5juta namanya Takaful Falah. Aku sampe bolak balik nanya (tentunya dengan bahasa orang awam yang samsek kaga ngarti perasuransian😉 ), ini full proteksi kan, tidak mengandung unsur investasi hihi…keknya gua dah terdoktrinasi banget ni ma Wina huekekeki…

Dan bener kata Wina, kalo pure asuransi jiwa, preminya ga akan segede unitlink. Asuransi ini bisa ditambahkan fasilitas personal accident, cash plan, cacat tetap total dan critical illness. Eh ternyata kelebihan produk ini kalo peserta tidak ada klaim selama masa perjanjian, maka akan diberikan nilai tunai/ tabungan kepada peserta. Weikss, kata Wina sebaiknya jangan ambil yang ada nilai tunai coz berati sebagian uang kita dipakai untuk investasi, mending kita investasi sendiri. Trus dapet penjelasan lagi begini: nilai tunai yang ada di Takaful falah adalah bonus untuk nasabah dari akumulasi bagi hasil tabarru yang disetorkan lewat premi dan bukan unsur investasi, karena yang memutarkan dana falah adalah takaful sendiri bukan manager fund/ manager investasi yang memang bermain di investasi. Ow gitcu, yasutralah, dengan bismillahirrahmanirrahim aku ambil deh.

Masih banyak niy PR-PR untuk menuhin tujuan keluarga gua apa, biar dicentang semua gituh…Masih harus banyak belajar juga, sama yang pasti masih harus banyak kumpulin duitnya ya gaaa…

Tips beli asuransi dari Ligwina Hananto niy:

  • Belilah Asuransi Jiwa jika Anda memiliki tanggungan.
  • Jangan pernah mengasuransikan jiwa anak Anda.
  • Belilah asuransi murni agar Anda dapat memperoleh Uang Pertanggungan maksimal dengan premi yang efisien.
  • Perhatikan Uang Pertanggungan (UP) Meninggal Anda. Tanyakan berapa lama keluarga Anda dapat bertahan hidup dengan besarnya Uang Pertanggungan tersebut. Minimal keluarga anda harus dapat bertahan hidup selama 10 tahun.
  • Artinya UP 100 juta akan bermakna besar jika penghasilan Anda 1 juta per bulan. Namun jika penghasilan Anda 10 juta per bulan, UP 100 juta itu akan habis dalam waktu 10 bulan.

Actions

Information

25 responses

23 11 2009
darina kamil

mir, jadi takaful falah UP 1,2M preminya 2,5 juta/tahun yah? Aku kemaren kok dapet 4juta/tahun untuk UP 700juta yah.. apa aku salah baca.. hehe..

24 11 2009
lanaline

Hooh Ti, yang 2,5jt sama produknya tapi non-saving. Detilnya by e-mail aja ya🙂

28 11 2009
Aris Sunaryo

Assalamu Alaikum Wr.Wb. Salam kenal bu, saya Aris Sunaryo, FC dari Takaful Keluarga. Boleh tau bu produk Takaful yang preminya 2,5 jt dengan UP= 1,2 M ? Soalnya setahu saya untuk UP=1,2 M premi untuk usia 27 thn adalah tidak senilai itu. Trims

30 11 2009
lanaline

Wa’alaikumsalam Pak Aris.
Bukan Pak, UP 1.2M itu kan hanya contoh. Yang premi 2.5juta itu dari salah satu ilustrasi yang saya dapat dengan UP sesuai kebutuhan saya🙂

30 11 2009
Aris Sunaryo

Terima kasih infonya bu. Mungkin saya yang salah menangkap tulisan ibu😀
Untuk produk dari Asuransi Takaful, kami sebagai FC dibekali dengan software khusus untuk menghitung besaran premi, UP, dll sehingga antar FC pasti tidak berbeda hitungannya.
Terima Kasih kepada ibu karena telah memilih produk kami, dan juga bagi pembaca blog ini, bila ingin dibuatkan ilustrasi atas kebutuhan asuransi sebagai proteksi bisa kirim email ke asunaryo@yahoo.com.
Maaf bu, bila dirasa comment ini mengganggu, boleh kok di delete. Terima kasih.
Wassalamu Alaikum Wr.Wb

2 12 2009
lanaline

No problemo Pak, monggo… Manatau nanti saya juga bisa dapat info lain tentang asuransi, kapan hari saya juga berkunjung ke blog Bapak, banyak sekali informasi yang bisa diambil. Trims🙂

24 11 2009
Laily

Mbak, saya juga baca webnya Ligwina. Menurut saya, kurang fair juga ya, karena tidak mencantumkan plus-minus asuransi term life – whole life. kalo unit link sudah pada tau lah ya, minusnya.

term life ibarat payung? ga juga ah.. payungku harganya ga segitu mahal kok, hehehe.. cuma term life kalo masa berlakunya habis, nasabah musti beli lagi, dan itu ada medcheck nya (CMIIW). jadi kalo term life 10 tahun, usahakan dalam 10 tahun nasabah selalu sehat, bahkan kadar gula darah, asam urat, dan kolesterol jangan naik. ini jaga2 untuk lolos medcheck di pengajuan term life berikutnya.

tanggapannya dong mbak, thanks yaa🙂

25 11 2009
lanaline

Kalo menurutku, kenapa aku ambil yang kontrak 10 tahun, karena si tertanggung dalam hal ini suamiku masih 27 tahun umurna. Jadi nanti ketika kontrak selesai, kalo mau di-extend, kita masih bisa sesuaikan sesuai kebutuhan saat itu. Bayangankuw siy, misal saat ini UP yang diambil 1M, ternyata nanti kondisi karir, lifestyle, dan kesehatan lebih baik, misal dapet full coverage dari kantor seumur hidup, nah kan bisa disesuain juga dengan asuransi yang akan dibeli selanjutnya, apa mau beli yang UP lebih tinggi ato sebaliknya. Gitu siy pemikiran awamku, CMIIW ya, aku juga lagi mempelajari😉 Kalo kesehatan insyaAllah siy pengennya slalu dijaga ya, apalagi semakin berumur kan semakin berisiko ya ma🙂

25 11 2009
Laily

aku juga pernah kepikiran ambil term-life. tapi ndak jadi juga, lebih kepingin yg whole-life. Skrg sudah kecemplung di Unit Link. Yo wes.. ga niat kututup juga sih. mau membujuk misua ambil whole life. ya memang kalo WL ada cash value-nya. kecil, karena disimpan di deposito. Masih ga rela uang hilang di term-life (emak2 banget ngga siy, pantang rugi).

Yaa mungkin aku sudah terkena dogmanya PortalReksadana.com. Aku suka baca2 di sana, coz lebih fair, ada diskusi panjang dr guest dan “pengasuh” portal. lebih objektif laaah.. semua jenis asuransi dijelaskan plus-minusnya. anehnya ada agen UL yg ga mau jualin porsi investasi di produknya. hihihi..

Memang sih isi penjelasan asuransi dari Quantum Magna atau PR atau Safir Senduk pasti sama, cuma di sini yg aku lihat seberapa subjektif sih penjelasannya. Karena makin subjektif biasanya malah ga mau lihat kanan-kiri. Itu buat aku lho yaa…entah ya kalo buat ibu2 lain🙂

Belajar lagi aah.. di kuliahan dulu ga ada siy, payah.

25 11 2009
lanaline

Kalo menurut aku, kalo mau proteksi ya asuransi yang pure asuransi, kalo mau investasi juga gituh. Karna kalo digabung-gabung jadi ga optimal hasilna, udah gitu banyak handling fee ini itu yang dibebanin ke kita. Kebetulan produk term life yang kuambil ini ada nilai tunai di akhir kontraknya mba, tapi itu bukan hasil investasi, tapi bagi hasil. Yookk kita sama-sama belajar biar semakin melek finansial yaaa🙂

25 11 2009
amel

Mir.. bingung euy ampe gw baca berkali2 nih.. biar pinter.. :p
anyway, thx 4 sharing.

Nah, kalo untuk dana pendidikan gmn tuh? dirimu ambil asuransi pendidikan ?

25 11 2009
lanaline

Yuk sama-sama belajar Mel, namanya juga Menteri Keuangan di rumah ya gaaa😉 Untuk dana pendidikan aku mau pake reksadana syariah, tinggal eksekusi niy🙂 InsyaAllah nanti kusharing juga. Amel gimana?

25 11 2009
Laily

Nah, memang idealnya begitu. aku juga mau ke reksadana nih.. bundalana jampi2 ya,,,biar aku berhasil membujuk presiden rumah tangganya, heheheh..

menurut aku, kalo yg digabung itu lebih gede feenya krn nasabahnya diservice abis sama agennya. mulai dari mau dicover apa, sampai info2 tentang harga unit. nah harusnya nasabahnya juga ngetes si agen ini, sejauh apa pengetahuan dia ttg asuransi n investasi, terus komitmen dia di kerjaannya. kadang kasian lihat nasabah yg agennya tuh cuma jualan, ngga ngerti seluk2 beluk dunianya. ya kalo ky gini mendingan dipisahkan saja. *tapi apapun yg terjadi memang sebaiknya dipisahkan sih :P*

26 11 2009
lanaline

Enggalah mom, masa siy aku ga pake jampi-jampi koq, bukannya mommy emang sering mantengin portal reksadana katanya😉
Setau aku siy handling fee yang banyak macemnya dibebankan ke nasabah bukan untuk agennya ya, lebih untuk asuransi ato bank penjual. Kalo untuk informasi bukannya memang agen harus seinformatif mungkin, namanya juga jualan, dan nasabah ya harus dapet infona sedetil mungkin, kan ga mau beli kucing dalam karung kannn, itu kalo aku yaa😉 Ga perlu diservis segala siy, yang penting semua info harus terbuka dan transparan ya kannn…

25 11 2009
Laily

oh ya lupa ada info..

Pameran Pasar Modal
Investor Summit and Capital Market Expo 2009
2-3 Desember 2009
lokasi Pacific Place (kalo ga salah yaa)
diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia

siapa tau mau konsultasi saham blue chip apa yg mau dibeli

26 11 2009
lanaline

trims inpona🙂

26 11 2009
Laily

portalnya cuma utk inpo sekilas RD n Asuransi. ngga sering kok, ntar dikira pengasuhnya lagi, repot😛

iyah maksudnya biayanya dibebankan ke nasabah, dan byk nasabah yg ga tau ttg ini. agen jg kdg ngomongnya belepotan kok mbak.. kdg dibekali sertifikasi aja ngga cukup menjamin. beuhh..

btw sepertinya aku gagal berRD, krn presidennya lebih milih ke saham. ga repot katanya. tinggal transaksi jual beli lewat eTrading Sekuritas, beres. tapi tentunya setelah milih2 yg mn yg layak dibeli. Hmm.. mgkn ini sbg balasan krn sdh beli UL, jd utk mengganti biaya2, beli saham deh..

btw Mbak belinya RD apa? RD saham, obligasi, atau pendapatan tetap?

26 11 2009
lanaline

Aku belum berani main saham langsung mba, belum ada waktu mempelajarinya😀 RD aku ambil saham sama campuran

26 11 2009
Bundanya Dita

*ngikutin obrolan Bunda Lana sama Mommy Azki* hehehe. Daku juga sudah terlanjur beli UL nih. Udah 5th euy, sayang ditutup. Reksadana Syariahnya ntar dishare lengkap ya Bun. Oh ya barusan aku ditawarin investasi saham oleh sebuah sekuritas. Bayar 10 jeti trus download programnya trus mainkan. Tapi kata temenku banyak menyita waktu, lagian gak ngerti ah main saham. Jadi lagi ngelirik RD nih. Aniwei thanks sharing soal financial nya🙂

27 11 2009
lanaline

Yukk kita sama-sama belajar Bun😀

27 11 2009
Laily

mustinya ada Financial Planner buat “mentri2 keuangan” kek kita ya.. dan ga pake mahal. maksudnya ada dialog langsung, ga sekedar baca web.. sapa yah yg mau jd FP yg murah?

@bundit: wuih mahal amat? saham apa tuh? telkomsel? saham lbh bgs sih cuman yaa.. high risk, but high return juga. tp kalau nawaitunya sdh investor, saham jeblok ya ngga usah panik laa.. setidaknya 14 tahun lagi sdh naik, dan bs diambil buat biaya SMA anak kita (eh anak2 kita satu angkatan ya?)

ps: akhir tahun nih, saham pasti terkoreksi. saatnya mborong🙂

1 12 2009
Motik

bunda Lana, seru banget diskusinya nih. aku menunggu2 bahasan ttg reksadana syariah ya…. jadi tertarik juga. sharing ya bund kalo udah jd ambil asuransi keluaran bank muamalat, jd pengen tau juga. kalo bole tau, premi 2,5jt/th itu utk up brp ya? trs maksudnya poduk non-saving itu gmn? kalo mau dijelaskan by email juga gpp bund🙂
Blognya lana aku link ya……🙂

2 12 2009
lanaline

Hi Mama Kyara, trims udah mampir.
Aku dah jadi ambil asuransi jiwana, nanti kapan kushare by e-mail ya. Blog mama Motik ku-link balik ya🙂

23 12 2009
Wiwit Prayitno

Artikel yang menarik Bu, seyogyanya memang mengambil UP disesuaikan dengan Nilai Ekonomis seseorang. Namun misal terlalu memberatkan bisa dimulai dengan nominal yg nyaman. Yang penting miliki asuransi demi orang2 yang Anda cintai.

30 12 2009
lanaline

Trims Pak🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: