Lana minum obat

11 11 2009

3 hari setelah ulbul Lana yang ke 15 bulan, akhirnya ayahbunda mutusin buat ke dokter. Tadinya udah mau ke markas Sehat pas wiken lalu, tapi pas nelpon udah penuh. Yasud, coba diobati sendiri dulu. Iya Lana kena Impetigo ato Iktema apa Eczema gitu deh. Kata dokternya bahasa tradisionalnya ‘budukan’, ga enak banget dengernya huuu

Awalnya dari gatel-gatel di kaki Lana yang emang ga pernah sembuh banget, tetep aja masih ada gatel dikit walo rajin dikasi lotion. Dermatitis Atopi (DA) ini muncul dari Lana umur berapa ya, keknya sekitar 4 bulanan ya. Udah dibawa ke dokter katanya sejenis alergi yang berbentuk DA ini. Lana keturunan alergi dari ayah yang alergi berat sama debu. Tapi kalo ayah berbentuk rhinitis alergi alias kalo pagi ato cuaca dingin suka bersin-bersin.

Lana tangan iseng banget deh suka ngutilin lukanya, garuk-garuk apalagi demen banget ampe berdarah-darah😦 Padahal kukunya rutin Bunda potong 2 hari sekali. Sayang banget, Lana kulitnya putih tapi keknya darah manis kayak bundanya. Jadi dicoel dikit ma nyamuk, gatel, digaruk dan berbekas dech *higs Seperti di mayoclinic dibilangin salah satu factor yang risiko terkena impetigo meningkat, bila ada dermatitis kronis khususnya atopis dermatitis.

Nah mungkin pas garuk kakinya luka, ada kuman jahat yang berkembang jadilah seperti bisul ada nanahnya. Dan jumlahnya banyak alias berkoloni. Uh Lana tuh ga mau dibilangin, garuk terus, sampe akhirnya lukanya terbuka dan menular ke kaki sebelahnya. Memang menurut dr. Farian di markas, impetigo ini menular, dan Lana udah kena di ke2 kakinya. Sehari sebelum dibawa ke markas, badannya sempet anget, karna luka dikakinya ini kayaknya. Bingung banget mau diapain, mau dikasi salep takut salah. Dulu Lana dapet beberapa salep karena emang lumayan sering konsul ke dokter perihal alergi ma gatel-gatelnya. Pernah pake salep Hidrocortisone, Dermatop, Protopic, Myco apa gitu namanya, tapi salep-salep itu ga pernah lama bun pakein, soale ngeri banyak yang mengandung steroid dan efeknya mengerikan deh kalo penggunaan dalam jangka waktu lama😦 Mau dibalut basah, mau dipakein kaos kaki kan nempel ya ntar pas dibuka Lananya ngejerit, duh kesian😥 Jalannya juga jadi males, mungkin terasa sakit ya. Kata dokter memang itu gatal dan sakit. Sebelum akhirnya bisa ke dokter, dirumah cuma di-treat dilap pake kapas yang direndem air anget trus dikasi betadine. Awalnya bunda pikir Lana kena HMFD (human mouth and foot disease), soalnya dijari tengah tangan kirinya ada kek tumbuh bisul dibalik kukunya. Emang ada sodara tuh Syifa sama Dzaki dulu pernah sakit dipinggir kuku-kukunya ke tumbuh bisul tus kukunya pada ngelotok gitu, manatau ketularan😦 Tapi ternyata bukan HMFD

Tus kata dokter, karena impetigo-nya Lana udah meluas sampe ke kaki sebelahnya, jadi terpaksa harus diobatin dari dalem juga selain dikasi salep. Impetigo ini penyebabnya bakteri, jadi ya harus minum antibiotik. Lana kan dari lahir blom pernah mengkonsumsi antibiotik. Ayahbunda ga alergi siy sama antibiotik, tapi sejak belajar dan ikut milis sehat jadi pengen lebih tau banyak tentang ksehatan anak. Alhamdulillah so far Lana paling kena flu ringan aja, pernah flu berat sama batuk yang sampe idung mampet dan ingusnya ijo itu sekali pas bulan lalu. Tus pernah juga diare karna teething *duh, alhamdulillah semua pulih dengan home treatment tanpa obat-obatan yang ga perlu. Dulu waktu baru lahir kuning tus dibawa pulang sempet juga ngicipin puyer Urdafalk, yang dicobain sama ayah rasanya amboi paitnya😦 Karna Lana blom pernah mengkonsumsi jadi dikasi tau sama dokter, kalo setelah minum antibiotiknya ada merah-merah dikulit, sesak nafas, muntah, dll segera bawa ke RS, itu artinya ada alergi obat. Oya antibiotiknya diminum selama seminggu ya 3x sehari. Antibiotiknya bentuk sirup namanya Amoxsan, kemasannya bentuk bubuk, pas akan diminum dikasi air minum sampe batas yang ada di botol. Nah larutan suspensi yang udah dilarutin harus habis dalam waktu seminggu. Tus dihitung beradasarkan BBnya Lana, dosis yang harus diminum 5cc. Alhamdulillah di markas Sehat dijelasin-sejelasnya tentang obat dan penyakit anak. Gitu juga salepnya, merknya Bactroban Mupirocin isinya khloramfenikol, cara pakainya luka dibersihin pake kapas anget tus salep diolesin dipinggi-pinggir luka yang terbuka, nanti dia akan menutup sendiri. Selama luka masih basah boleh ditutup pake kain kassa, kalo sudah kering ga perlu lagi. Tus selama kakinya sakit, untuk kaki dianjurin pake sabun antiseptik kek Lifebuoy ato Dettol, tapi kalo dah sembuh ga perlu lagi, pake sabun biasa aja. Karna ini termasuk penyakit yang mudah menular, jadi sebaiknya pakaian kotor Lana saat dicuci dipisahin sama kain lain, terutama kain adek Khanza, soalnya rentan ato paling mudah menular ke anak kecil yang kekebalan tubuhnya masih belum sempurna.

Sirup antibiotiknya rasanya ternyata manis, rasa jeruk. Tapi jelas awalnya susya banget Lana minum obatnya. Mesti pake berantem dulu, padahal bunda ga pengen, takutnya nanti nimbulin trauma minum obat. Sambil dicoba-coba dibilangin, ”Lana kakinya lagi sakit kan (sambil nunjuk kakinya yang sakit), kalo mau sembuh ga gatel lagi, minum obatnya ya” Tus udah gitu pasti dia geleng-geleng tus nangis. Hari pertama kedua pake model dicekokin gitu minumnya, sampe tumpah-tumpah segala. Hari berikutnya dah pinter, awal-awalnya aja nangis, tapi udah mau disuruh buka mulut minum obat, tus dirasain obatnya manis rasanya enak kali ya. Pinterrr deh🙂

Alhamdulillah sekarang udah berangsur pulih walo, masih sering gatel, apalgi kalo lupa pake kaos kaki pasti deh kecolongan berdarah digaruk Lana, duh *bunda ngebayangin itu pasti gatel banget ya Nak😦 Semoga dilindungi Allah SWT dari penyakit-penyakit ya sayang.

Jadi sempet googling juga tentang antibiotik dan impetigo. Biar ga salah gituh, dan nambah wawasan juga. Ini kumpulan inpo yang perlu dikatahui tentang antibiotik dan impetigo.

Antibiotika
Dari Wikipedia, antibiotika adalah segolongan senyawa, baik alami maupun sintetik, yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia di dalam organisme, khususnya dalam proses infeksi oleh bakteri. Antibiotika yang ditemuin sama Alexander Flemming ini dijulukin “peluru ajaib” yaitu obat yang membidik penyakit tanpa melukai tuannya. Antibiotik ga efektif mengobati infeksi akibat virus, jamur, atau nonbakteri lainnya.

Antibiotik (anti-bakteri) bisa dikategoriin berdasar target spesifiknya: antibiotik spektrum sempit dan spektrum luas . Setiap antibiotik sangat beragam keefektifannya dalam melawan berbagai jenis bakteri. Ada antibiotika dengan target bakteri² tipe tertentu seperti bakteri gram negatif atau gram positif, ini yang disebut spektrum sempit, ada juga antibiotik dengan spektrum luas yang mempengaruhi bakteri dalam jangka lebih banyak. Keefektifannya juga bergantung pada lokasi infeksi dan kemampuan antibiotik mencapai lokasi tersebut. Ada antibiotika oral (yang dimakan) gampang digunakan, dan antibiotika intravena (melalui infus) yang dipake untuk kasus yang lebih serius. Ada juga antibiotika yang dipakai seperti tetes mata dan salep.

Macam-macam antibiotika
Antibiotika bisa digolongin berdasarkan sasaran kerjanya dan susunan kimiawinya. Ada 6 kelompok antibiotika diliat dari target atau sasaran kerjanya:

  • Inhibitor sintesis dinding sel bakteri, mencakup golongan Penicillin, Polypeptide dan Cephalosporin, misalnya ampicillin, penicillin G;
  • Inhibitor transkripsi dan replikasi, mencakup golongan Quinolone, misalnya rifampicin, actinomycin D, nalidixic acid;
  • Inhibitor sintesis protein, mencakup banyak jenis antibiotik, terutama dari golongan Macrolide, Aminoglycoside, dan Tetracycline, misalnya gentamycin, chloramphenicol, kanamycin, streptomycin, tetracycline, oxytetracycline;
  • Inhibitor fungsi membran sel, misalnya ionomycin, valinomycin;
  • Inhibitor fungsi sel lainnya, seperti golongan sulfa atau sulfonamida, misalnya oligomycin, tunicamycin; 
  • Antimetabolit, misalnya azaserine.

Kenapa siy penggunaan antibiotika harus dilakukan sesuai dan tepat, seperti concern Pengobatan secara Rasional (Rational Use of Medicine), karna biasanya antibiotika bekerja sangat spesifik, kalo terjadi mutasi pada bakterinya mungkin banget malah bisa jadi strain bakteri yang ‘kebal’ sama antibiotika. Nah makanya, antibiotika biasanya dikasi dalam dosis tertentu yang sudah diperhitungkan bisa bikin bakterinya segera mate dan dalam jangka waktu tertentu yang sudah ditentukan supaya ga terjadi mutasi. Kek Lana minum sirup antibiotik Amoxsan 5cc 3x sehari selama seminggu, itu diitungin sama dr. Farian, pake faktor pengali gitu sama BB-nya Lana.

 

Impetigo
Nah kalo impetigo, yang diketahuin dari kidshealth yaitu infeksi kulit menular yang biasa terjadi pada anak yang biasanya nimbulin bekas di muka, leher, mulut dan hidung, tangan ma area popok. Bentuknya bisa luka kemerahan seperti bisul yang berkelompok, setelah beberapa hari menjadi kuning kehijauan dan pecah menjadi luka terbuka dan gatal. Impetigo ini bisa disebabin oleh 2 jenis bakteri staphylococcus aureus atau group A streptococcus.

Biasanya kasus impetigo terjadi saat kulit sudah teriritasi masalah kulit ke eczema ato bentol digigit serangga. Misal gatel karna nyamuk bisa terinfeksi karna sering digaruk, jadilah impetigo. Untuk mencegah impetigo, ya harus menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan. Rutin mencuci tangan, tidak memakai bersama pakaian seperti handuk. Disarankan juga saat ada keluarga yang menderita impetigo, anggota keluarga lain bisa menggunakan sabun antiseptik. Impetigo diobati dengan krim antibiotik atau antibiotik yang diminum lewat mulut.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: