Banci komposisi

5 11 2009

Akhir-akhir ini aku concern banget ke komposisi makanan ya, khususnya buat Lanafarra. Pake istilah mamaRaikhal banci komposisi gitu deyy😉 Sejak tau Lana kena impetigo di kaki, kenapa aku mikir itu dipicu sama alergi makanan ya (diduga alergi teri medan ato unsalted butter). Eh ternyata alergi sama intoleransi makanan itu beda lho. Baca-baca di blog mamakokihandal, ternyata alergi itu: intoleransi itu:

Sekarang jadi kalo beli makanan atau minuman, suka merhatiin isinya apa aja siy, dibuat dari bahan apa aja siy. Jadi kalo mau buat sesuatu repot milih-milihnya, terutama kalo ke supermarket yang ada semua bahan dibeli hihi… Pengen banget deyy bisa terjun beneran ke dunia kuliner, selain bisa masakin keluarga masakan sehat yang gizinya dah pasti ketauan soalnya dipilih dan diatur sendiri. Kalo bisa siy pinter urusan baking juga manatau bisa jadi bakul kue online kek mba Yulia Maki ma Varrickmom *hasrat terpendam, tauk kesampean pa engga huekekek😉

Kayak yoghurt, setelah baca-baca ternyata sebaiknya pilih yang dari susu segar bukan susu skim, jadi sekarang lebih sering pilih Y*mmy ato C*mory, dulu pernah nyoba B*okul eh ternyata itu dari susu skim.

Gitu juga minyak atau butter untuk menumis ato menggoreng. Ternyata olive oil kalo dipanaskan bisa menjadi lemak jenuh yang akhirnya ga bagus untuk dikonsumsi. Wahh baru tau niy, ternyata lebih bagus minyak jagung ato malah minyak kelapa sekalian yang paling ok. Dulu Uwo (nenekku) sering bikinin minyak kelapa yang ditanak dari kelapa parut buat rambut cucu-cucunya. Walhasil rambut kakakku tuh tebal dan hitam. Tapi yah emang baunya jadi ga enak. Untung dijejelin gituan pas kecil, kalo udah gede bisa-bisa bikin minder kale kalo berambut bau minyak kelapa hwakakakakak😉

Brati sekarang bunda dah pinter dong soal masak memasak, eits tunggu dulu, bukan berarti pinter yaaa…tetep aja oon kalo ada yang ngomongin bumbu-bumbu ato jenis sayur aneh-aneh, daku kaga tau, kagak kenal, kalo yang umum mah dah tau deh, heibad hehe… *muji diri sendiri

Niy dibawah ulasan yang aku dapet untuk jenis-jenis keju. Mungkin nanti bakal ada juga posting beberapa jenis makanan yang saat ini aku penasaranin *ih bahasa apa ituyy😀 kalo sempet posting yaaa hehe😉

Keju

Selaen postingan keju yang dulu, ini ada penjelasan tentang jenis-jenis keju dari pakar kuliner. Emang ya ternyata jenis keju tuh banyak bener. Kalo mampir ke rak dingin tempat majang keju di supermarket, ampe bingung ini keju untuk apa aja siy. Aku siy baru pernah nyobain keju cheddar, mozarella sama cream cheese buat bikin cheese cake jadi-jadian kemaren. Jenis keju laen blom nyoba, abis ga ngerti masaknya, tapi ntar kapan nemu resep okeh dan hasrat *a.k.a willingness untuk nyoba yang tinggi, boleh dah daku cuba si macam-macam kezu ini😉 Baru tau kalo di Eropa keju dimakan untuk nemenin minum wine, hee…

Cheddar.  Salah satu jenis keju asal Inggris yang paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia. Rasanya yang lezat dengan aroma tidak terlalu tajam menjadikan cheddar cocok digunakan untuk masakan apa saja. Sajian casseroles, soup, isi sandwich dan salad terasa lebih lezat dengan penambahan keju ini. Cheddar mengandung lemak 48% dengan masa pemeraman 9-24 bulan.

Mozzarella.  Mozzarella adalah keju Italia yang aslinya berasal dari susu kerbau liar. Termasuk keju muda/ lunak (soft cheese: keju dengan kadar air 36 – 40%) dengan kandungan lemak antara 40 – 50% ini sangat sepesifik sifatnya. Mozzarella akan meleleh ketika dipanggang, sangat cocok untuk topping pizza maupun campuran fritata.

Edam.  Salah satu keju asal Belanda yang popular. Teksturnya keras dengan aroma mirip kacang. Kandungan lemak keju ini sekitar 40%. Yang membedakan dengan keju lain adalah kemasannya yang selalu terbungkus lapisan sejenis lilin berwarna merah. Edam sangat cocok untuk campuran kue kering seperti aneka cookies atau taburan pada hidangan panggang.

Parmesan.  Salah satu jenis keju tua/ keras (hard cheese: keju dengan kadar air 25 – 36%). dari kota Parma, Italia. Pada umumnya berbentuk silinder dengan warna kuning muda. Teksturnya keras, cocok untuk keju parut. Aroma Parmesan cukup tajam karena proses pemeraman yang cukup lama, antara 14 bulan sampai 4 tahun. Keju ini sangat cocok untuk taburan pizza, soup maupun olahan aneka pasta. Kandungan lemak keju sekitar 61%.

Ricotta.  Keju Ricotta berasal dari Italia. Keju lunak dari susu sapi ini teksturnya sangat rapuh. Kandungan lemaknya termasuk tinggi, mencapai 65 %. kombinasi rasa yang gurih dan lezat dengan aroma harum menjadikan terasa pas dipadukan dengan aneka masakan pasta Italia seperti Lasagna dan Spaghetti.

Cream Cheese.  Di pasaran kita dapat menemukan dua macam cream cheese, double cream cheese adalah pilihan pertama dengan kandungan lemak 65% dan cream cheese (45% lemak) pilihan lainnya. Berbeda dengan jenis keju lainya, cream cheese memiliki rasa yang sedikit asam. Umumnya keju ini digunakan pada hidangan penutup, misalnya chesse cake, sebagai isi pie, atau dimakan bersama potongan buah-buahan.

Camembert.  Keju lunak dari Perancis ini pertama kali di buat pada abad ke-18 di desa Normandia. Comembert terbuat dari susu sapi, teksturnya sangat lembut dengan warna creamy yellow. Keju ini mengandung lemak antara 45% – 50%. Selain enak digado atau sebagai table cheese, juga cocok untuk campuran omelette, isi souffle, pancake atau apple pie.

Brie.  Brie termasuk kategori soft cheese dari Perancis. Ciri khas keju ini adalah kulit luarnya berwarna putih dan bagian dalamnya lembut meleleh. Aromanya tajam dan kandungan lemaknya tinggi (45%). Brie sangat cocok dipakai sebagai bahan campuran salad, dimakan dengan buah olive maupun pickle.

Emmenthal.  Asal dari keju ini berasal dari Swiss, salah satu keju keras yang cukup populer. Emmenthal memiliki karakteristik berbeda dengan keju-keju lainya, bentuknya unik karena jika dipotong akan terlihat lubang-lubang yang terbentuk selama proses fermentasi. Keju ini banyak disuka karena cita rasanya lembut dan aromanya yang kaya. Emmenthal cocok dihidangkan sebagai keju meja dengan disertai segelas anggur.


Actions

Information

3 responses

5 11 2009
Banci komposisi | Resep Kue

[…] from:  Banci komposisiResep Kue LainnyaNovember 4, 2009 — Hello world! (1)October 13, 2009 — Kumpulan resep masakan […]

10 11 2009
Indah Kurniawaty

Mirta,
Gw lupa pernah baca dimana ya. Tapi katanya urutan keju yang paling rendah kadar garamnya dan paling tinggi kadar proteinnya adalah : Ricotta, Cream Cheese baru Cheddar. Gimana pandangan ibuk?
**wah tumben gw kasih comment berbobot dikit** LOL

12 11 2009
lanaline

Oww ok akan kucari inpona, ntar diinpoin deh Jeng🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: