Let’s go creative

9 06 2009

Gara-gara beli baju mini dress gituh dari M*LM S*vero yang tiada enak dipakai (heheu…šŸ˜³ maap), atasnya dari bahan katun gingham kotak-kotak hijau dipadu sama batik lawas warna kecoklatan buat bawahannya (ntar potonya ku-uplod yach), jadi pengen punya lagi batik dengan desain kontemporeršŸ˜Ž langsung deh rasanya pengen terbang ke ITC Cempaka Mas, dimana tempat batiknya dulu pernah kuputer-puterin waktu nyari kain maw nikah. Ah tapi dasar waktu itu aku masih once, taunya batik tho’, jenis batik apa kaga ngarti…sekarang juga masih ga ngarti sech, cuma sekarang lebih menghargaišŸ™‚ woosh, apaan sech…

Maen ke jelita-nya Mba Novi eh ada batik katun dobbi lucu, coba pesen ah, tapi blom transfer siy otomatis blom ada barang juga ding hihi…eh kepikiran pengen punya batik yang kembaran sama ayah dan lana, kayak model sarimbitan gituh dech. Manataw bisa buat lebaranšŸ™‚ Eh inget-inget si Uda Wira penjait-yang-udah-lumayan-cocok-tapi-bikinnya-berbulan-bulan di Pasar Sunan Giri sana, pasti dah kebanjiran order nich maw lebaran gini, wah bisa-bisa nunggunya gering juga. Padahal ada beberapa baju yang dibeli dikala hamil (was on size XXL!) pengen dikecilin ga sempet-sempet kesananya. Kenapa ga gw coba jahit sendiri ajah tuh kain batik, kan akyu punya pengalaman waktu kursus jahit…udah menghasilkan kemeja, dress sama rok (girang)šŸ˜€

Jadi inget masa-masa kursus menjahit di Monalita Pasar Sunan Giri dulu…ah…masa-masa muda, temenannya aja ma Puji temen ngaji di YISC dulu yang hobi dan kebetulan wajahnya mirip ma pemain film Korea (inget masa-masa nungguin Rain di Full House ma nangis-nangisnya *halah*) :shy:

Dulu niat banget lho belajar jahit…kan niatnya maw bukaĀ butik onlen, supaya ga once-once amat, yah belajarlah teknik dasar menjahit sekalian beli mesin jahit digital yang untuk ukuran waktu itu mehel bow…3,9 jutašŸ˜Æ heheu sekarang tuch mesin teronggok tak berdaya aduh… Pernah juga niat banget kursus sulam pita nun jauh di belakang terminal Senen sana hehe untung bareng-bareng sama temen-temen kul

Wah mumpung selain kerja dan ngurus anak, pas wiken kan ga ada kerjaan ya, coba lagi ah jahit menjahit, sulam menyulam…sulam pita dan benang, woow daku seneng bangets tuch:mrgreen: Apalagi pas bros-bros nemu web hobikriya, blog-nya chez-vies, burdastyle, totallytutorials …wah wah jadi semangat lagi ngutak-ngutik kembali jahitan dan perintilannya…

Ini niy contekan dari dydy, admin web hobikriya yang bikin semangat lagi buka kotak jahitankuw

Gunting Kain Jadikan Gaun

“Kerja, kerja, ayo kita kerja,
Gunting kain, jadikan gaun…”
Sepenggal lirik lagu dari film Cinderella-nya Ira Maya Sopha tahun 80an itu menjadi ide tulisan saya. Dari kain menjadi gaun atau jenis pakaian lainnya, bagaimana prosesnya?

Kita tahu pakaian terbuat dari kain, tapi bagaimana prosesnya hingga kain itu ‘berubah bentuk’ menjadi gaun, blus, rok, kemeja, atau jenis pakaian lainnya? Selama ini kita hanya tahu beres saja, beli di toko atau berikan ke penjahit.

Agar si kain menjadi pakaian, secara umum ada beberapa tahapan :

1. Desain/rancangan
Pakaian yang kita ingin wujudkan dari kain tadi, harus jelas dulu desain atau rancangannya. Kita dapat merancangnya sendiri atau mengambil rancangan yang sudah ada, misalnya dari majalah.

Ā 2. Pola
Setiap potongan pakaian ada polanya yang tertentu. Untuk membuat pola sendiri dibutuhkan pengetahuan khusus pattern making. Bagi yang tidak dapat membuat pola sendiri, beberapa majalah wanita menyediakan lampiran pola untuk beberapa halaman modenya. Di luar negeri bahkan banyak majalah khusus membuat pakaian, jadi semua pakaian yang ada di dalamnya dilampirkan polanya.

3. Potong
Kain tadi dipotong sesuai pola. Memotong kain pun tidak sembarangan. Pola diusahakan diatur sedemikian rupa sehingga kain terpakai secara optimal, dan tidak banyak yang terbuang. Hal ini akan sangat terasa jika membuat pakaian dalam jumlah banyak.

4. Jahit
Kain yang telah dipotong sesuai pola tadi kemudian disambung – sambungkan sehingga membentuk pakaian yang diinginkan. Dalam proses ini diterapkan berbagai teknik menjahit, misalnya bagaimana memasang saku, menyambungkan lengan agar rapi, dan lain-lain.

5. Finishing
Mungkin ada pakaian-pakaian yang masih perlu diolah lagi setelah dijahit. Misalnya dipasang kancingnya, atau ditambahkan sulaman atau dekorasi lainnya. Di sini semuanya diselesaikan.

Begitulah perjalanan si kain menjadi si gaun…


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: