Inikah CUSTOMER SATISFACTION?

7 09 2007

Beberapa waktu lalu waktu aku butuh jasa jilbab stylist untuk acara pernikahanku, aku ngalamin CUSTOMER DISSATISFACTION alias SHOCK berat bo’ :surprise:

Sampai sekarang belum dapet pencerahan nih otakku, koq bisa yah seseorang penjual jasa seenaknya aja memperlakukan (calon) customernya…weleh…weleh…😡

Critanya gini…(siap-siap ya…kayaknya rada panjang nih curhatnya… ;p )

Dari vendor dekor nikah, aku dapet 2 nomor kontak jilbab stylist yang biasa mereka pake, aku coba hubungi mereka untuk minta info.

Ternyata yang 1 adalah stylist freelance dgn harga 125rb tp plus ramah nerangin info jasa yang dia kasi walopun aku cuma hub lewat telpon.

Yang ke2 adalah gerai penjual busana & perlengkapan muslim yang sering kita jumpai di mal-mal besar, dari mereka bahkan aku dapet harga yang sangat sangat reasonable (hanya 50rb) untuk kelas gerai terkenal.

Trus adik (calon, waktu itu masih calon) suamiku kasih tau, dia punya temen yang jago modifikasi jilbab dan kayaknya bisa dapet ‘harga temen’. Boleh juga nih, hari gini…Kalo ma temen kan lebih asyik…Aku coba hub temen adikku itu dengan maksud sama dengan vendor2 sebelumnya, ‘baru’ cari info.

Dari info yang kudapet, dia masang harga yang sama sekali bukan ‘harga temen’ alias komersil banget-banget (175rb…glek! :surprise: ) dibandingin sama freelance stylist dan gerai muslimah terkenal diatas, cuma untuk jasa stylist yang berarti aksesoris, bunga ataupun perlengkapan lain harus aku bawa sendiri.

Akhirnya aku pilih hub lagi gerai muslim terkenal tersebut pada H-1 untuk bikin janji besok hari pas waktu dan tempat yang disepakatin untuk modifikasi jilbab. Kupikir lumayan murah juga nih, terkenal lagi, kan sisanya lumayan bisa beli aksesoris jilbabnya😉

Dan apa yang terjadi pada hari-H, waktu kepalaku lagi di’ubek-ubek’ sama mba-mba gerai muslim tersebut, temen adik suamiku itu nelpon, bilang: ‘Mba aku dah di gedung, jam berapa mba kesini?’
HAH…Maksudnya….Duh…aku jadi bingung niy…

Trus kubilang: ‘Waduh mba…maaf niy sepertinya kita kan belum janjian’, Dia langsung emosi, marah bilang: ‘Wah ga bisa begitu, mba harusnya menghubungi aku lagi dong bilang ga jadi pake jasaku’.

Ckckck…aku membatin: ‘Lha siapa yang sepakat pakai jasa dia, wong aku dengan jelas bicara mo minta info nih mba, waktu awal nelpon dia dulu’. Dan abis itu ga pernah nelpon dia lagi…Heran…

Trus ditambah lagi dia minta aku bayar ganti rugi karena dia udah beli semua perlengkapan untuk stylist jilbab. Duh…duh…bukannya dulu dia yang bilang dia cuma sedia jasa tidak untuk yang lainnya…
Sabar…sabar…

Bener2 panas deh, aku bilang kalo jadi pake jasa dia pasti saja aku akan hub dia lagi untuk janjian dan ngatur teknis segala macemnya. Gitu juga dia, harusnya sebagai penyedia jasa jemput bola dong konfirmasi sama (calon) customer, ini koq sama sekali tanpa konfirmasi order, ya atau tidak dengan customer langsung minta ganti rugi.

Padahal hari itu kan hari bahagiaku, jadinya aku tuh bener2 stres mikirin ini. Aku sepekatin aja aku akan bayar ganti ruginya yang dia minta ampe 2x jasanya! Cuma karna ga enak kalo nanti hub pertemanan dia sama adik suamiku rusak…😡

Mungkin ini bisa dijadikan pengalaman buatku karena aku juga pelaku bisnis, bagaimana memperlakukan customer kita. Cuma sampai saat ini masih tidak habis pikir, aku ngga pernah konfirmasi mo order, tidak ada transaksi, say ‘yes’ dan janjian yah jam segini di gedung ini, trus kenapa aku yang harus nanggung risiko bisnisnya?

Suami saya tersayang bilang, demi ‘pertemanan’ adik kita biar kita bayar uang itu tapi jangan anggap ganti rugi, anggap saja sedekah.

Tapi apakah begitu perlakuan penjual jasa terhadap (calon) customer yang notabene juga seorang teman?


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: