Cita-cita jadi : Ibu Pekerja

12 04 2007

Jadi pengen ikutan…baca sharingnya ibu-ibu di milis bundainbiz tentang Ibu Pekerja. Semua bikin aku terenyuh dan jadi berpikir…

Dari judulnya diatas, sebaiknya dipisahkan alias menarik sekali helaan nafas setelah baca ibu dan setelah baca kata pekerja, jadi maksutna itu 2 suku kata yang mengandung makna berbeda tapi masih sangat erat kaitannya😉

Aku bener2 ngerasa salut dan bangga sama yang namanya kaum ibu-ibu, baik yang bekerja diluar rumah maupun yang bekerja dari rumah. Karena apapun yang dilakukan, Bunda ya tetap Bunda, ibu ya teteup ibu. Nda pernah bisa melupakan bahwa dirinya harus selalu memberikan yang terbaik untuk suami dan anak2nya.  Bravo Bunda-bunda, ibu-ibu…

Padahal aku ini masih single lho. Cuma aku memang punya cita-cita seperti BiBers (sebutan buat anggota milis bundainbiz a.k.a BiB). Aku bercita-cita bisa jadi FTM (full-time mom), SAHM (stay-at-home mom) yang bisa tinggal dirumah mengurus anak dan rumah tangga tapi bisa mengaktualisasikan diri dan menghasilkan uang dari rumah😆

Secara sejak aku kecil aku lihat Mama Papa-ku bekerja keras di luar rumah. Aku ingat pesan Mamaku, ketika akan memilih tempat kuliah mau UMPTN. Katanya: “kalo bisa kuliah di tempat yang nanti kerjanya bisa dirumah misalnya kayak dokter, psikolog, notaris, atau jadi guru.” “Aku tanya kenapa Ma?”, Mamaku jawab: “wanita ga bisa dilepaskan dari kodratnya sebagai ibu rumah tangga.” Pasti didalam diri akan ada konflik, ketika harus menghadiri rapat penting di kantor dan dihari yang sama ada pertemuan ortu dan guru di sekolah anak.  Tapi sampai akhirnya pensiun dini, Mamaku tetap jadi seorang pekerja kantoran😉

Yah mungkin karena hidup itu penuh pilihan kali ya.

Aku ingat Mamaku cerita, beliau pernah melepaskan kesempatan untuk menjadi international employee di kantornya demi keluarga. Padahal perasaan untuk terus maju dan aktualisasi diri juga ga kalah besarnya, tetapi beliau tetap memilih keluarga. Dan ternyata Papaku juga pernah melakukan hal yang sama, beliau tidak mengambil kesempatan menjadi kepala cabang di luar pulau Jawa karena saat itu anak-anak beliau (4 orang putri) dan Mama tidak ada yang menjaga dirumah.

Mama Papaku terpaksa jumpalitan mengatur waktu supaya bisa tetap memenuhi tuntutan ekonomi keluarga dan memberikan kasihsayang, perhatian besar untuk pendidikan dan perkembangan anak2nya. Alhamdulillah sekarang mereka sedang menikmati masa2 pensiun.

Ketika kuliah aku mulai kenal bisnis MLM yang sempat bisa menghidupi aku sehingga aku ga perlu minta lagi pada ortu. Nah disini kenal enaknya berdagang😀 Setelah lulus kuliah, aku mulai bekerja di kantoran. Disini aku ngerasain seperti yang Mama bilang dulu. Aku merasa lebih punya kebebasan kalo berbisnis di luar kantor.

Jadi nanti kalo sudah menikah dan punya anak, aku bisa menumpahkan waktuku sebagian besar untuk keluarga dan sedikit saja diluangkan juga untuk bisnis (bener gitu ga sih prakteknya…).

Saat ini aku sih masih bekerja kantoran, yah istilahnya mengimplementasikan ilmu yang didapat di bangku kuliah dulu sekalian itung-itung ngumpulin modal untuk bisnis nanti dan akhirnya aku gabung di komunitas BiBers.

Dengan harapan dan cita-cita, suatu saat aku bisa menjadi ibu sekaligus wanita yang berkarir (dan memiliki penghasilan tentunya) dari rumah. Mudah2an Allah SWT mengizinkan. Amin!


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: