Belajar dan Bermain untuk Anak 1-2 Tahun

25 11 2009

Di masa transisi anak-anak dari bayi ke balita seumuran Lana pastinya banyak mengeksplorasi ya, kayak jalan-jalan kesana kemari, ngacak-ngacak, nyorat-nyoret hihi :wink: Gapapa lah ya, selama itu kan menunjang proses belajar dan bermain yang memang banyak dilakuin oleh anak usia segini.

Dalam periode ini, biasanya anak mengalami kemampuan pesat memahami bahasa dan belajar untuk berkomunikasi. Setelah usia setahun, biasanya anak mulai banyak menggunakan gerakan tangan dan menunjuk² sesuatu.

 

 

Menurut review dari Mary L Gavin, MD di kidshealth, ketika proses belajar berjalan biasanya di tahun kedua, anak-anak juga mulai bertambah mandiri. Jadi biarkan anak bebas mengeksplorasi, walopun tetap harus diawasi. Termasuk juga peralatan atau perkakas di rumah termasuk mainan-mainan si kecil harus dijaga supaya aman dan tidak membahayakan. Terutama karena koordinasi mata dan kemampuan manual tangan dan jari anak meningkat di tahun ke-2 ini, jadi bisa lebih mengeksplorasi (baca: membongkar-bongkar hihi :wink: ) Jadi carilah mainan yang mendorong stimulasi tangan dan jari ini.

Sebenernya konsep bermain dan belajar bisa dikenalin sedini mungkin. Sekarang kan banyak dikenal macam² permainan edukatif. Disebut mainan edukatif karena dapat merangsang daya pikir anak, misalnya ningkatin kemampuan berkonsentrasi dan memecahkan masalah.

Kalo diliat kan cara mainnya juga beda ya. Waktu bayi Lana lebih banyak ’dipermainkan’ hehe kurang halus kata-katanya, maksutna diana masih posisi boboan di kasur/ playland tus diatasnya mainan kita goyang-goyangin, bunyi-bunyiin ato dilempar-tangkep gitu, diana seneng cekikikan gitu. Sekarang udah lebih paham sama fungsi objek tertentu ya. Misal ngerti handphone itu udah ditaro di kuping, mukena bunda untuk allahu akbar, tisu untuk ngelap ingus, sedotan ditusuk untuk minum di kotak susu, baju Ayah untuk ngelap henpon, wakakakak :wink: Mungkin sudah bisa mengamati dan itu jadi stimulus di otaknya yang kasi tau benda A berfungsi ini, benda B dipakai untuk ini. Masih menurut Bu Gavin mainan yang cocok seperti nyusun-nyusun balok ato bentu berwarna-warni, mendengarkan ato berbicara pakai telepon mainan, ato mendorong mainan seperti mobil-mobilan.

Nah kalo konsep permainan pura-pura yang katanya juga banyak dipake, ko kayaknya aku kurang setuju yah, kayak meragain minum pake gelas tapi kosong, jadiin pisang buat telpon-telponan ato ngebayangin kursi baso didorong-dorong sambil bum-bum kayak mobil :( Soalnya kan otak anak usia segini menurutku lagi asik-asiknya menyerap sesuatu ya, lah kalo dia liat setiap benda melengkung bisa ditaro kuping kayak telpon, gimana kabar ulekan, tus segitiga kayunya suku aborigin apa tuy namina *lufa hihi…

Katanya perkembangan otak anak di usia ini termasuk dalam fase emas (the golden age) atau otak si anak kecil lagi ngalamin perkembangan yang sangat pesat. Karena itu, stimulasi amat sangat diperluin. Smakin banyak stimulasi maka koneksi antarsarafnya smakin banyak terhubung.

Di blog keluargasehat, menurut Dra. Mayke S. Tedjasaputra, M.Si., psikolog perkembangan dari Fakultas Psikologi UI, yang juga terapis bermain, anak yang terbiasa bermain mainan edukatif sejak dini, perkembangan kecerdasannya akan terlihat lebih maksimal. Misalnya lebih mampu berkonsentrasi, kreatif, dan tekun, lebih mudah belajar mengenal bentuk dan warna, terbiasa duduk tenang dan tekun.

Apalagi usia segini kan kayak Lana seneng kalo ketemu sama temen sebayanya. Mungkin belum bisa ‘main’ beneran atau pinjem-pinjeman mainan :wink:

Permainan yang disenengin misalnya petak umpet, pat-a-cake, sama chasing games. Usia balita segini seneng banget niruin orang dewasa dan tertarik bener sama kerjaan rumah (tangga maksutna :wink: ) misal kayak Lana demen pisan kalo Yayuk nyapu, kalo dah kelar diana nunjuk² minta yayuk nyapu lagi ;p Sekarang siy Lana udah dibeliin sapu kecil, jadi dia bareng ma yayuk nyapu pagi². Kayak mainan masak²an panci, piring, sendok, bisa dicontohin pas kita lagi didapur *ati² minyak panas de el el

 

Naa mainan yang bisa sekaligus mendidik itu menurut Mayke yang:

  • Memang untuk anak balita

Biasanya mainan ini dibuat untuk merangsang berbagai kemampuan dasar pada balita.

  • Multifungsi

Dari 1 mainan bisa dapet macem² variasi mainan jadi stimulasi yang didapat anak juga macem² .

  • Melatih problem solving

Misal main puzzle, kita minta anak kita nyusun potongan² puzzle jadi utuh.

  • Melatih konsep² dasar

Untuk ngembangin kemampuan dasar anak supaya mengenal bentuk, warna, besaran, sekaligus melatih motorik halus.

  • Melatih ketelitian dan ketekunan

Ketika bermain dengan mainan edukatif, anak ga cuma menikmati tapi juga dilatih untuk teliti dan tekun ngerjainnya.

  • Merangsang kreativitas

Kita bisa mengenalkan ke anak macem² variasi mainan jadi anak bisa selalu kreatif. Katanya anak yang terbiasa menghasilkan suatu karya, misal lewat permainan rancang bangun, nantinya dia akan lebih inovatif menciptakan suatu karya, tidak jadi follower aja :wink:

 

Apa aja siy manfaat bermain dengan mainan yang mendidik ini…

  • Melatih kemampuan motorik

Stimulasi untuk motorik halus diperoleh saat anak menjumput mainannya, meraba, memegang dengan kelima jarinya, dan sebagainya. Sedangkan rangsangan motorik kasar didapat anak saat menggerak-gerakkan mainannya, melempar, mengangkat, dan sebagainya.

  • Melatih konsentrasi

Mainan edukatif dirancang untuk menggali kemampuan anak, termasuk kemampuannya dalam berkonsentrasi. Saat menyusun pasel, katakanlah, anak dituntut untuk fokus pada gambar atau bentuk yang ada di depannya — ia tidak berlari-larian atau melakukan aktivitas fisik lain sehingga konsentrasinya bisa lebih tergali. Tanpa konsentrasi, bisa jadi hasilnya tidak memuaskan.

  • Mengenalkan konsep sebab akibat

Contohnya, dengan memasukkan benda kecil ke dalam benda yang besar anak akan memahami bahwa benda yang lebih kecil bisa dimuat dalam benda yang lebih besar. Sedangkan benda yang lebih besar tidak bisa masuk ke dalam benda yang lebih kecil. Ini adalah pemahaman konsep sebab akibat yang sangat mendasar.

  • Melatih bahasa dan wawasan

Permainan edukatif sangat baik bila dibarengi dengan penuturan cerita. Hal ini akan memberikan manfaat tambahan buat anak, yakni meningkatkan kemampuan berbahasa juga keluasan wawasannya.

  • Mengenalkan warna dan bentuk

Dari mainan edukatif, anak dapat mengenal ragam/ variasi bentuk dan warna. Ada benda berbentuk kotak, segiempat, bulat dengan berbagai warna; biru, merah, hijau, dan lainnya.

 

Mainan lainnya yang mungkin anak seusia Lana suka:

  • Bola berwarna terang
  • Spidol ato crayon gendut
  • Hewan, figur manusia dan boneka yang sesuai usia anak
  • Mobil²an ato kreta²an
  • Memilih dan mengenali potongan² bentuk seperti segitiga, segiempat, lingkaran
  • Puzzle sederhana
  • Mainan yang bisa didorong, ditarik atu ditunggangi
  • Permainan memasukkan benda ke dalam wadah atau menumpuk benda dari yang ukuran kecil sampai besar

 

Membaca buku juga penting lho. Usia setahun sudah bisa mengikuti jalan cerita dan menunjuk obyek pada gambar yang kita sebutkan. Ajak juga si kecil menyebutkan objek yang dikenalinya. Tus dilanjutin ngobrol tentang buku yang dibaca ato aktivitas yang dikerjain seharian juga bisa. Coba kasi pertanyaan dan tungguin deh si anak kecil merespon pertanyaan kita. Naa kita juga bisa bantuin pas anak jawab, kita ulang jawabannya tus kita kembangin alias ceritain lagi :)

 

 

Tapi bukan berarti karena mainan edukatif bermanfaat besar, mainan lain ato mainan biasa tidak boleh dimainkan ya. Tetap kita bis amemasukkan nilai-nilai dasar yang bisa mendidik anak juga, kan konsep multiple intelligence edukasi bisa mencakup berbagai hal. Misalnya saat main boneka, sebenarnya anak kecil juga dilatih ngelakuin interaksi dengan orang lain lewat boneka tersebut. Gimana dia harus ‘memperlakukan’ si boneka dengan kasih sayang; disuapin, ditimang-timang, disusuin, dan tidak dibanting atau dinjak-injak. Motorik halus dan kasar anak juga bisa tetap terstimulasi secara tak langsung misalnya waktu memakaikan baju boneka. Saat bermain ini anak juga bisa mengenal warna serta peran sosial misal sebagai ibu, kakak, dan sebagainya.

Jadi saat bermain pun orang tua atau pengasuh anak kalo bisa mendampingi ya, jadi bisa mencontohkan bagaimana cara memainkan mainan A. Misalnya saat main puzzle disusun dan disesuain keping-kepingannya.

Sekarang tinggal rajin² prakteknya aja niy, biar semakin sering distimulasi makin baik perkembangan si anak kecil kita ya. Ternyata bermain dan belajar yang ningkatin kemampuan anak ga harus mahal ya. Sip, I’ll go with this way. Cukup sudah mainan kek soft books, soft toys, boneka. Siap nge-list apa aja yang bisa jadi mainan edukatif for lil Lana :D


Actions

Information

2 responses

27 11 2009
mommyummy

Heueu..gud..gud..menerapkan ilmu psikologi perkembangan dlm mengasuh anak..

27 11 2009
lanaline

perlu banyak belajar sama bunda daneen niy :wink: trims kunjungannya Bun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: